https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Belanda Kirim Kapal Penyapu Ranjau untuk Misi di Selat Hormuz

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 28/05/2026 21:01 WIB



Belanda mengirim kapal penyapu ranjau HNLMS Willemstad ke Laut Mediterania untuk mengikuti misi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Ilustrasi pengiriman minyak melalui Selat Hormuz (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Belanda mengirim kapal penyapu ranjau HNLMS Willemstad ke Laut Mediterania untuk mengikuti misi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan dapat dikerahkan ke Selat Hormuz jika diperlukan.

Menteri Pertahanan Belanda Dilan Yesilgoz-Zegerius mengatakan kapal tersebut akan bergabung dengan Gugus Tugas Maritim NATO di Laut Mediterania.

"Dari sana, jika diperlukan, kapal dapat dikerahkan ke Selat Hormuz, jalur perdagangan penting untuk minyak dan gas," kata Yesilgoz-Zegerius melalui akun X, Rabu

Baca juga :
Uni Eropa Sebut Selat Hormuz Berada Dalam Situasi antara Perang dan Damai

Ia mengatakan pemerintah Belanda sedang menjajaki opsi pengerahan kapal penyapu ranjau itu ke Selat Hormuz bersama negara-negara sekutunya.

Pekan lalu, pemimpin militer dari sekitar 40 negara menggelar perundingan yang dipimpin Inggris dan Prancis.

Baca juga :
IRGC: 23 Kapal Lintasi Selat Hormuz dalam 24 Jam Terakhir

Pernyataan bersama setelah pertemuan menyebut misi koalisi untuk membuka kembali Selat Hormuz akan melengkapi proses diplomatik guna menyelesaikan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Baca juga :
AS Sanksi Otoritas Iran yang Kendalikan Selat Hormuz

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, namun perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa terobosan.

Peningkatan konflik di sekitar Iran menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global.

Kondisi itu juga memengaruhi ekspor dan produksi minyak, serta mendorong kenaikan harga bahan bakar dan produk industri di banyak negara.

Sumber: Sputnik RIA Novosti-OANA

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Penyapu Ranjau Selat Hormuz Kapal Belanda

Terpopuler

Senin, 25/05/2026 06:06 WIB
Humanika

20 Ucapan Iduladha 2026 Bahasa Arab Lengkap dengan Artinya

Senin, 25/05/2026 12:45 WIB
Olahraga

Carrick Sebut Fondasi Skuad Muda MU Tak Ternilai Harganya

Senin, 25/05/2026 04:04 WIB
Humanika

25 Mei 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777