https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

69.500 Migran Tinggalkan Ceuta, Spanyol Perketat Perbatasan dengan Maroko

Agus Mughni | Minggu, 02/08/2026 11:45 WIB



Hampir 70 ribu migran telah kembali ke Maroko dari wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, dalam sekitar 30 jam terakhir Sekitar 69.500 migran telah meninggalkan Ceuta menuju Maroko (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Hampir 70 ribu migran telah kembali ke Maroko dari wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, dalam sekitar 30 jam terakhir. Arus balik besar-besaran ini terjadi setelah gelombang penyeberangan massal yang berlangsung pekan lalu dan mendorong Spanyol memperketat pengamanan di perbatasan.

Menurut laporan EFE, sumber kepolisian Spanyol menyebut sekitar 69.500 migran telah meninggalkan Ceuta menuju Maroko. Angka tersebut diperkirakan mencakup migran yang sudah berada di Ceuta sebelum penyeberangan massal, maupun mereka yang sempat bolak-balik melintasi perbatasan.

Sebagai respons atas krisis tersebut, pemerintah Spanyol mulai memasang sistem penghalang baru di pemecah ombak Tarajal, salah satu titik utama penyeberangan antara Ceuta dan Maroko.

Baca juga :
Ratusan Imigran Terobos Melilla, Bentrokan Tak Terelakkan

Kementerian Dalam Negeri Spanyol menjelaskan, sistem itu terdiri atas penghalang sepanjang 500 meter yang menggunakan udara bertekanan sehingga dapat mengapung sekitar 30 hingga 70 sentimeter di atas permukaan laut. Bagian bawahnya memanjang hingga sekitar satu meter di bawah air untuk menghambat upaya penyeberangan.

Penghalang tersebut diperkuat dengan deretan pelampung yang disediakan Angkatan Laut Spanyol. Sementara itu, sebuah jalur khusus tetap dibuka agar kapal-kapal Civil Guard dapat melakukan patroli dan melindungi instalasi tersebut.

Baca juga :
Prancis Perketat Perbatasan dengan Spanyol Imbas Imigran Cueta

Arus balik migran mulai terjadi setelah pemerintah Spanyol dan Maroko mengumumkan rencana pemulangan para migran ke negara asalnya.

Selain itu, banyak migran memilih kembali karena sulit memenuhi kebutuhan dasar selama berada di Ceuta. Akses menuju toko, pusat perbelanjaan, hingga restoran di wilayah tersebut sangat terbatas setelah otoritas memperketat pengamanan.

Baca juga :
Otoritas Maroko Diduga Bantu Imigran Menyeberang ke Ceuta

Di tengah proses pemulangan, korban jiwa terus bertambah. Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan sedikitnya 67 migran meninggal dunia saat berusaha mencapai wilayah Spanyol dari Maroko.

Sebelumnya, otoritas Spanyol memperkirakan lebih dari 49 ribu orang menyeberang ke Ceuta pada Kamis (30/7) dengan berenang maupun berjalan kaki dari kota Fnideq, Maroko. Gelombang migrasi itu menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Lonjakan tersebut mendorong Madrid mengerahkan tambahan personel keamanan, termasuk militer, untuk mengendalikan situasi di Ceuta sekaligus memperkuat pengawasan di kawasan perbatasan.

Ceuta, bersama Melilla, merupakan dua wilayah Spanyol yang berada di daratan Afrika dan selama bertahun-tahun menjadi salah satu jalur utama migran dari Afrika menuju Eropa. Kedekatan geografis dengan Maroko membuat kedua wilayah itu kerap menjadi titik masuk bagi ribuan orang yang berharap memperoleh kehidupan yang lebih baik di benua Eropa. (*)

SUmber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Krisis Ceuta Imigran Maroko Spanyol Perketat Perbatasan

Terkini | Minggu, 02/08/2026 13:12 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777