https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

BNPB Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca Siang-Malam Atasi Karhutla Kalteng

Agus Mughni | Minggu, 02/08/2026 10:51 WIB



 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah Ilustrasi logo BNPB. (Foto: Net)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah.

Selain mengoptimalkan operasi pemadaman darat, dukungan udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga ditingkatkan melalui penambahan armada pesawat, pemenuhan stok bahan semai, serta fleksibilitas pelaksanaan operasi hingga malam hari.

Kepala BNPB Suharyanto telah menginstruksikan agar armada pesawat OMC dapat dioperasikan secara fleksibel kapan pun diperlukan, termasuk pada malam hari apabila BMKG mengidentifikasi potensi pertumbuhan awan hujan.

Baca juga :
Muluskan Transfer Guimaraes, Arsenal Sepakat Lepas Norgaard ke Everton

Untuk mendukung hal tersebut, tim BMKG diminta terus memantau dan memetakan perkembangan awan secara cermat sebagai dasar pelaksanaan operasi penyemaian.

“Jadi bisa tidaknya OMC itu sangat bergantung pada awan hujan. Tidak ada alasan untuk tidak terbang selama masih ada potensi pertumbuhan awan hujan. Jadi tidak terbangnya kalau tidak ada awan hujan saja,” kata Kepala BNPB dalam keterangan resmi dikutip Minggu (2/8).

Baca juga :
Bacaan Doa Tawasul untuk Orang yang Sudah Wafat

Lebih lanjut, Kepala BNPB mengarahkan agar penyemaian bahan semai Natrium Klorida (NaCl) diprioritaskan pada wilayah dengan tingkat kebakaran yang tinggi, yakni Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya

Sementara itu, pemantauan kondisi cuaca dan potensi penyemaian juga terus dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Baca juga :
Harga Bawang Merah Tembus Rp40.450 per Kg, Telur Ayam Rp29.650

“Ini akan menjadi atensi kami, semua pihak yang terlibat dalam OMC ini, saya perintahkan agar kalau ada pertumbuhan awan arahkan ke tempat-tempat yang terjadi pembakaran,” kata Suharyanto.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak sehingga mempercepat proses pemadaman, mempercepat pendinginan lahan gambut, serta mencegah meluasnya kebakaran.

Untuk mendukung efektivitas operasi, Kepala BNPB juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan stok bahan semai NaCl selama pelaksanaan OMC.

Selain itu, Kepala BNPB menyetujui penambahan armada pesawat OMC sekaligus perluasan pangkalan operasi dengan menempatkan tambahan pesawat di Pangkalan Bun.

“Saya ijinkan juga kalau ada penambahan kemudian saya ijinkan juga penambahan satu di Pangkalan Bun satu, di sini (Tjilik Riwut) satu,” terangnya.

Operasi OMC di Kalimantan Tengah menggunakan pesawat jenis Caravan hingga Jumat (31/7) telah dilaksanakan dengan total durasi terbang selama empat jam.

Sebanyak 2.000 kilogram bahan semai NaCl telah disebarkan untuk menjangkau wilayah penyemaian seluas 1.777,60 kilometer persegi. Sementara itu, stok bahan semai NaCl yang tersedia di Posko OMC tercatat sebanyak 6.000 kilogram.

Berdasarkan hasil peninjauan di Pos Lapangan Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Pulang Pisau serta rapat koordinasi di Posko OMC Bandara Tjilik Riwut, Kepala BNPB menekankan pentingnya penguatan operasi Satgas Darat melalui pengerahan personel secara langsung di titik-titik api prioritas.

Ia juga menginstruksikan agar setelah api berhasil dipadamkan, Satgas Darat segera melakukan proses pendinginan pada area yang terbakar. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bara api benar-benar padam dan mencegah munculnya kembali asap dari lahan gambut.

“Apinya sudah padam, tetapi karena lahan gambut harus segera didinginkan sampai asap itu betul-betul hilang, dan yang paling efektif dan efisien memang hujan, makanya satgas udara dan darat harus betul-betul bekerja maksimal,” katanya.

Untuk mendukung efektivitas operasi di lapangan, BNPB juga akan mendistribusikan berbagai peralatan pendukung, antara lain bahan pemadam api, pompa air, serta kantong air lipat (flexible tank) secara proporsional sesuai kebutuhan di lapangan. Pemanfaatan flexible tank milik BPBD juga akan dioptimalkan pada wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.

“Tapi hasil dari rapat tadi disampaikan bahwa flexible tank itu nanti diisi air dari heli water bombing. Jadi heli water bombing yang sekarang ada bergerak dua, sementara dua unit di titik ini (Pulang Pisau), di samping memadamkan api, juga mengisi flexible tank. Nah, nanti pasukan daratnya dari flexible tank itu menggunakan pompa kecil disiram di asap-asap yang masih mengepul,” jelas Suharyanto.

Sebagai bagian dari penguatan operasi lapangan, BNPB juga mengerahkan tambahan satu regu yang terdiri atas 10 personel untuk memberikan pendampingan teknis di lokasi terdampak.

Selain itu, Kepala BNPB meminta pemerintah daerah memastikan pemenuhan perlengkapan perorangan, logistik, serta hak uang harian bagi seluruh personel lapangan agar moril dan kesiapan fisik petugas tetap terjaga selama operasi penanganan karhutla berlangsung.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info BNPB Operasi Modifikasi Cuaca Pemadaman Kebakaran Karhutla Kalteng

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777