Pengungsi menyeberang di perbatasan Suriah-Lebanon (Foto: Reuters)
Beirut, Jurnas.com - Militer Israel telah memerintahkan penduduk di lima kota dan desa di Lebanon untuk meninggalkan rumah mereka karena menjadi sasaran militer dari Israel.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, militer mengidentifikasi daerah-daerah yang menjadi target di selatan negara itu sebagai Shabriha, Hamideh, Zuqaq al-Mufdi, Mashouk, dan el-Haouch.
Melansir Aljazeera, warga telah diperingatkan untuk segera "mengungsi" ke area terbuka setidaknya 1.000 meter (0,6 mil) dari rumah mereka.
Diberitakan sebelumnya bahwa United Nations Children`s Fund (UNICEF), Rabu (13/5), menyatakan setidaknya 59 anak tewas atau terluka di Lebanon selama sepekan terakhir meskipun ada perjanjian gencatan senjata.
UNICEF juga memberi peringatan bahwa dampak fisik dan psikologis di kalangan penyintas muda akan semakin parah.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 23 anak tewas dan 93 lainnya terluka sejak gencatan senjata mulai berlaku pada tengah malam antara 16 dan 17 April sehingga jumlah total korban anak-anak sejak 2 Maret mencapai 200 tewas dan 806 terluka.
Pada Rabu saja, sedikitnya 33 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam eskalasi serangan Israel di wilayah selatan dan tengah Lebanon, menurut Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat (Public Health Emergency Operations Center) Lebanon dan media lokal.
"Anak-anak tewas dan terluka ketika mereka seharusnya kembali ke ruang kelas, bermain bersama teman-teman, dan pulih dari ketakutan serta kekacauan yang telah berlangsung berbulan-bulan," kata Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Edouard Beigbeder.
Jum'at, 15/05/2026 16:01 WIB
Jum'at, 15/05/2026 05:41 WIB