https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menag Tegaskan Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak

Agus Mughni | Kamis, 14/05/2026 08:40 WIB



Karena itu, kata Menag Nasaruddin, segala bentuk kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan pendidikan Islam tidak boleh ditoleransi Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam kegiatan Strategi Komunikasi Pesantren Ramah Anak yang digelar Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Jakarta (Foto: Kemenag)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pesantren harus terus menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan hidup bermartabat.

Karena itu, kata Menag Nasaruddin, segala bentuk kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan pendidikan Islam tidak boleh ditoleransi.

“Pesantren harus menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan hidup bermartabat,” ujarnya dalam siaran pers Kemenag, Kamis (14/5/2026).

Baca juga :
Kemenag Minta Maaf, Jelaskan Konteks Busana Adat Aceh Dipakai Menag

Hal tersebut disampaikan Menag dalam kegiatan Strategi Komunikasi Pesantren Ramah Anak yang digelar Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Jakarta.

Menurut Menag, persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan Islam tidak bisa diselesaikan secara parsial atau hanya mengandalkan langkah jangka pendek. Ia menilai akar persoalan tersebut berkaitan erat dengan budaya relasi kuasa yang masih kuat di masyarakat.

Baca juga :
Wamenag: Pesantren dengan 1.000 Santri Bisa Kelola Dapur MBG Mandiri

“Persoalannya adalah bagaimana melakukan transformasi masyarakat dan berusaha mengeliminasi relasi kuasa. Ini adalah akar persoalan yang mendasar," katanya.

"Relasi kuasa dalam dunia pendidikan Islam harus diperkecil. Kita memerlukan sakralisasi nilai bahwa relasi kuasa yang timpang adalah sesuatu yang dilarang, baik secara agama, moral, maupun hukum negara,” Menag menambahkan.

Baca juga :
Menteri PPPA Sebut Pondok Pesantren Harus Perkuat Sistem Perlindungan Anak

Ia menjelaskan, relasi kuasa yang timpang dapat membuka ruang penyalahgunaan apabila tidak disertai pengawasan dan standar yang jelas. Karena itu, Menag mendorong penguatan tata tertib yang tidak hanya mengatur santri, tetapi juga pengelola pondok pesantren.

“Tata tertib jangan hanya mengatur santri, tetapi juga pengelola pondok. Relasi kuasa seperti ini harus dibatasi dengan aturan yang jelas,” ujarnya.

Menag kembali menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan amanat agama sekaligus amanat konstitusi yang harus dijaga bersama.

“Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan pendidikan Islam,” katanya.

Selain itu, Menag juga menekankan pentingnya penegasan standar dan tata kelola pesantren, termasuk terkait kapasitas pengelola dan figur kiai.

“Kita perlu mendefinisikan secara tegas apa itu pondok pesantren, apa itu kiai, dan apa saja persyaratannya. Jangan sampai orang yang tidak memiliki kapasitas justru menjadi kiai. Perlu ada ketegasan dan standar yang jelas,” ujarnya.

Menag turut mengajak seluruh pihak membangun kolaborasi dalam memperkuat perlindungan anak di lingkungan pesantren sekaligus melakukan mitigasi krisis komunikasi secara bersama-sama.

“Banyak hal yang perlu kita evaluasi di lingkungan pondok pesantren. Karena itu, diperlukan kolaborasi dalam komunikasi dan mitigasi krisis agar persoalan ini dapat ditangani secara tuntas,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Penasihat Menteri Agama Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid menilai persoalan kekerasan di lingkungan pesantren tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan struktural dan formal.

Menurutnya, perubahan mendasar harus menyentuh paradigma dan budaya relasi kuasa di masyarakat.

“Jika hanya reaktif dan mengandalkan quick fix, maka pembahasan kita berhenti pada pelaku ditangkap dan kasus dianggap selesai. Padahal, problem yang kita hadapi jauh lebih fundamental, yaitu berkaitan dengan perspektif dan budaya relasi kuasa itu sendiri,” ujar Alissa.

Ia menambahkan, transformasi budaya dan spiritual menjadi pekerjaan jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem pesantren serta dukungan lintas sektor.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu, Staf Khusus Menteri PPPA Zahrotun Nihayah, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Arskal Salim, perwakilan pondok pesantren, Majelis Masyayikh, MUI, ISNU, akademisi, dan media.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Agama Nasaruddin Umar Pondok Pesantren Perlindungan Anak

Terkini | Kamis, 14/05/2026 09:54 WIB

News

Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Imbau Jemaah Atur Ritme Ibadah-Jaga Kesehatan

Warta MPR

Perpustakaan MPR RI Dorong Kreativitas Pegawai Lewat Seni Terrarium

Gaya Hidup

Deretan Pilihan Destinasi Wisata Long Weekend di Jabodetabek

News

Menag Tegaskan Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak

News

Mensos Gus Ipul Bebastugaskan 2 Pejabat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat

News

Harga Avtur Melonjak, Maskapai Eropa Batalkan Sejumlah Penerbangan

Olahraga

Sergio Conceicao Spill Beratnya Melatih AC Milan

Gaya Hidup

10 Ucapan Peringatan Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang Penuh Makna

Humanika

Lima Tradisi Unik di Dunia dalam Merayakan Kenaikan Yesus Kristus

Humanika

Kalender 14 Mei 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

News

Kemlu RI: 7 WNI Tewas dalam Insiden Kapal Tenggelam di Perak Malaysia

Olahraga

Michael Carrick Dikabarkan Jadi Manajer Permanen Manchester United

Olahraga

Guardiola Sebut Manchester City Belum Menyerah Kejar Trofi Liga Inggris

News

BMKG: Cuaca Jakarta Kamis Ini Berpotensi Diguyur Hujan

News

Legislator PDIP Sebut RUU SDI Fondasi Perencanaan Pembangunan

Warta MPR

Lestari Moerdijat: Bangun Kesadaran Kolektif Antisipasi Ancaman Hantavirus

News

Jemaah Haji Aceh 2026 Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp9,2 Juta Per Orang

Warta MPR

Asia Carbon Capture 2026, Eddy Soeparno: Indonesia Siap Jadi Hub CCS

Terpopuler

Senin, 11/05/2026 05:05 WIB
Humanika

11 Mei 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Selasa, 12/05/2026 15:12 WIB
News

Komisi X DPR Siapkan Langkah Selamatkan Guru Non-ASN

Senin, 11/05/2026 09:22 WIB
News

Komisi IV: Harga BBM Naik, Nelayan Menjerit

Selasa, 12/05/2026 04:04 WIB
Gaya Hidup

7 Tips Menjadi Juri yang Disukai Peserta dan Penonton

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777