Kelompok ISIS (Foto: Doknet)
Damaskus, Jurnas.com - Kelompok teror ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Suriah timur yang menewaskan dua tentara angkatan darat Suriah, pada Selasa (12/5). Ini merupakan operasi mematikan pertama kelompok jihadis tersebut terhadap pemerintah Suriah sejak Februari lalu.
Serangan yang terjadi pada Senin di provinsi Hasakah ini menunjukkan adanya ancaman yang masih membayangi dari ISIS di saat Presiden Ahmed al-Sharaa berupaya memperkuat otoritas pemerintah di seluruh negeri, hampir 1,5 tahun setelah dia menggulingkan Bashar al-Assad.
Kantor berita negara Suriah, SANA, melaporkan bahwa dua tentara tewas dan lainnya luka-luka akibat serangan oleh penyerang tak dikenal terhadap sebuah bus di pedesaan Hasakah.
"Pejuang kami telah membunuh dan melukai enam anggota `tentara murtad Suriah` dalam sebuah penyergapan di wilayah yang sama," tulis ISIS dalam pernyataan singkat yang diunggah melalui Kantor Berita Amaq.
ISIS sempat menguasai sekitar seperempat atau lebih wilayah Suriah pada puncak kekuasaannya saat perang saudara satu dekade lalu, sebelum akhirnya dipukul mundur dari wilayah tersebut oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat dan musuh-musuh lainnya.
Sharaa pernah bertempur melawan ISIS saat dia masih memimpin Front Nusra yang berafiliasi dengan al Qaeda selama perang saudara, sebelum akhirnya memutuskan hubungan dengan al Qaeda pada 2016.
Tahun lalu, di bawah kepemimpinan Sharaa, pemerintah Suriah resmi bergabung dengan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) untuk memerangi ISIS.
Meskipun demikian, pada Februari lalu, ISIS mendeklarasikan fase operasi baru melawan pemerintahan Sharaa dan telah melakukan serangkaian serangan, termasuk satu insiden yang menewaskan empat personel keamanan pemerintah di dekat kota Raqqa.
Selasa, 12/05/2026 22:17 WIB