Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Celal Gunes/AA/Anadolu)
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan meninjau proposal perdamaian baru yang diajukan oleh Iran pada Sabtu (2/5).
Meski demikian, dia meragukan prospek kesepakatan tersebut dan tetap membuka kemungkinan untuk melancarkan serangan militer baru terhadap Teheran jika situasi memburuk.
Negosiasi antara kedua negara saat ini berada dalam kebuntuan sejak gencatan senjata diberlakukan pada 8 April lalu. Upaya perdamaian sebelumnya yang dimediasi di Pakistan gagal membuahkan hasil.
Proposal terbaru Iran yang disampaikan melalui Islamabad dilaporkan berisi 14 poin, termasuk penghentian konflik di semua lini dan kerangka kerja baru untuk pengelolaan Selat Hormuz, sebagaimana dikutip dari AFP pada Minggu (3/5).
“Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirimkan Iran kepada kami, tetapi saya tidak dapat membayangkan bahwa itu akan dapat diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan terhadap Kemanusiaan, dan Dunia, selama 47 tahun terakhir,” tulis Trump di platform Truth Social.
Dalam wawancara singkat di West Palm Beach, Florida, Trump menolak merinci pemicu spesifik yang dapat memulai kembali aksi militer, namun ia menegaskan bahwa opsi tersebut tetap ada di meja. Trump juga tetap membuka peluang serangan lanjutan.
“Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, tetapi untuk saat ini, kita lihat saja nanti. Namun, ada kemungkinan hal itu bisa terjadi, tentu saja,” ujar dia.
Di pihak lain, ketegangan juga dirasakan dari pihak militer Iran. Mohammad Jafar Asadi, tokoh senior komando pusat militer Iran, memperingatkan bahwa konflik baru kemungkinan besar akan pecah karena menganggap AS tidak memiliki komitmen terhadap perjanjian apapun.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa pilihan kini ada di tangan Washington. “Bola kini ada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau kelanjutan dari pendekatan konfrontatif. Iran siap untuk kedua jalur tersebut,” kata dia menegaskan.
Minggu, 03/05/2026 17:15 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB
Minggu, 03/05/2026 09:09 WIB