Paus Leo XIV saat konferensi pers di pesawat (Foto: AFP)
Roma, Jurnas.com - Menteri Luar Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, dijadwalkan mengunjungi Roma dan Vatikan pada pekan ini, di tengah renggangnya hubungan antara Paus Leo XIV dan Presiden AS Donald Trump.
Kunjungan tersebut dipandang sebagai upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan Trump dan Paus Leo XIV serta Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, sebagaimana dikutip dari AFP pada Minggu (3/5).
Rubio, yang merupakan seorang Katolik, dijadwalkan bertemu dengan Sekretaris Negara Vatikan Pietro Parolin dan Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani pada Kamis dan Jumat mendatang. Media Italia menyebut kunjungan ini sebagai misi penting untuk memperbaiki hubungan yang sempat mendingin.
Ketegangan bermula dari retorika anti-perang Paus Leo XIV, khususnya setelah serangan AS-Israel ke Iran. Paus menyebut ancaman Trump untuk menghancurkan Iran sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Trump melontarkan kritik keras melalui media sosial. "LEMAH terhadap Kejahatan, dan sangat buruk bagi Kebijakan Luar Negeri. Saya bukan penggemar berat Paus Leo... Saya tidak menginginkan Paus yang menganggap tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir," tulis Trump.
Kritik Trump tidak berhenti di Vatikan. Ia juga mengecam PM Giorgia Meloni yang sebelumnya merupakan sekutu terdekatnya di Eropa, karena membela posisi Paus.
Trump menuduh Meloni kehilangan keberanian dan gagal membantu Amerika Serikat dalam kerangka NATO selama konflik di Iran berlangsung.
"Saya terkejut dengannya. Saya pikir dia punya keberanian, tapi saya salah. Roma sama sekali tidak membantu kami dalam perang Iran," ujar Trump.
Sebagai bentuk tekanan lebih lanjut, Trump mengancam akan menarik pasukan AS dari Italia, serupa dengan langkah Pentagon yang telah mengumumkan penarikan 5.000 tentara dari Jerman serta ancaman serupa terhadap Spanyol.
Kunjungan Rubio diharapkan dapat menjadi jembatan dialog untuk menjaga stabilitas aliansi transatlantik di tengah perbedaan pandangan mengenai kedaulatan, imigrasi, dan strategi militer di Timur Tengah.
Minggu, 03/05/2026 17:15 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB
Minggu, 03/05/2026 09:09 WIB