https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ilmuwan Tiongkok Temukan Dua Mineral Baru di Debu Bulan

Agus Mughni | Minggu, 03/05/2026 09:15 WIB



Para ilmuwan menemukan dua jenis mineral baru dalam debu Bulan yang dibawa ke Bumi oleh misi Chang’e 5 Ilustrasi - Para ilmuwan menemukan dua jenis mineral baru dalam debu Bulan yang dibawa ke Bumi oleh misi Chang`e 5 (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Para ilmuwan menemukan dua jenis mineral baru dalam debu Bulan yang dibawa ke Bumi oleh misi Chang’e 5. Temuan ini membuka petunjuk baru tentang bagaimana Bulan terbentuk, mendingin, dan memisahkan unsur-unsurnya sejak miliaran tahun lalu.

Penelitian yang dipimpin oleh Li Ziying dari Beijing Research Institute of Uranium Geology ini bermula dari fragmen batuan hasil pengeboran yang mengandung butiran kristal sangat kecil. Ia mengidentifikasi mineral kaya magnesium yang terkait dengan material vulkanik gelap di permukaan Bulan.

Dikutip dari Earth, susunan atom dalam kristal tersebut ternyata unik dan berbeda dari mineral mana pun di Bumi. Setelah melalui verifikasi ketat, mineral pertama resmi dinamai magnesiochangesite-(Y), merujuk pada komposisi unsur utamanya.

Penemuan tidak berhenti di situ, karena tim lain juga mengonfirmasi mineral kedua bernama changesite-(Ce). Mineral ini ditemukan tidak hanya dalam sampel Chang’e 5, tetapi juga pada batuan Bulan yang jatuh ke Bumi di wilayah barat laut China, memperkuat validitas ilmiah temuan tersebut.

Kedua mineral ini kini tercatat sebagai mineral ke-7 dan ke-8 yang berhasil diidentifikasi dari sampel Bulan yang dibawa ke Bumi. Penamaan ini penting karena mencerminkan kandungan unsur tanah jarang seperti yttrium dan cerium, yang menjadi kunci untuk melacak proses pembentukan batuan.

Proses identifikasi mineral ini tergolong sangat rumit karena ukuran partikelnya yang nyaris tak terlihat. Ge Xiangkun, yang juga terlibat dalam penelitian, menjelaskan tantangan tersebut.

“Selama proses, kami harus menahan napas dan menanganinya dengan sangat hati-hati, karena satu hembusan napas saja bisa membuat ‘harta Bulan’ ini hilang tanpa jejak,” ujarnya.

Dari sisi geologi, temuan ini memberikan petunjuk baru tentang bagaimana magma di Bulan bekerja. Dalam proses pendinginan magma, unsur-unsur kimia masuk ke dalam kristal pada waktu yang berbeda, sehingga menciptakan pola distribusi unsur yang khas.

Penelitian menunjukkan bahwa unsur tanah jarang ringan lebih terkonsentrasi pada mineral baru dari sampel Chang’e 5. Sebaliknya, sampel lama dari misi Apollo milik NASA justru lebih banyak mengandung unsur tanah jarang berat, menunjukkan perbedaan proses geologis di masa lalu.

Perbedaan ini menjadi petunjuk penting tentang bagaimana “lautan magma Bulan”, lapisan luar Bulan yang dahulu cair, terpisah menjadi beberapa lapisan. Dengan kata lain, kristal kecil ini berfungsi seperti arsip alami yang merekam sejarah internal Bulan.

Temuan ini juga memperkuat pemahaman tentang aktivitas vulkanik Bulan. Sampel basalt dari misi Chang’e 5 sebelumnya telah ditentukan berusia sekitar 2,03 miliar tahun, memperpanjang periode vulkanisme Bulan hingga 800–900 juta tahun lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Meski mengandung unsur tanah jarang, para ilmuwan menegaskan bahwa temuan ini belum memiliki nilai praktis untuk penambangan. Mineral tersebut hanya ditemukan dalam jumlah sangat kecil, sehingga lebih berperan sebagai sumber informasi ilmiah daripada sumber daya industri.

Dalam proses penamaan mineral, para ilmuwan tidak hanya mengandalkan komposisi kimia. Mereka juga harus membuktikan bahwa atom-atom dalam mineral tersusun dalam pola yang stabil dan berulang, guna menghindari kesalahan akibat kontaminasi atau pengukuran yang tidak lengkap.

Studi ini membuka jalan baru dalam memahami hubungan antara aktivitas permukaan dan proses di bagian terdalam Bulan. Para peneliti berharap misi masa depan dapat membawa lebih banyak sampel untuk memastikan apakah mineral ini merupakan fenomena langka atau bagian dari pola global. (*)

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Ilmuwan Tiongkok Penemuan Mineral Baru Debu Bulan misi Change 5

Terkini | Minggu, 03/05/2026 11:53 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777