Minggu, 03/05/2026 17:11 WIB

China Tolak Sanksi AS atas Lima Importir Minyak dari Iran





Pemerintah China menyatakan tidak akan mematuhi sanksi Amerika Serikat yang menyasar lima perusahaan domestik atas pembelian minyak dari Iran.

Kapal tanker minyak China (Foto: AFP)

Beijing, Jurnas.com - Pemerintah China menyatakan tidak akan mematuhi sanksi Amerika Serikat yang menyasar lima perusahaan domestik atas pembelian minyak dari Iran.

Kementerian Perdagangan China pada Sabtu (2/5) kemarin menegaskan bahwa langkah Washington tersebut merupakan tindakan sepihak yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional.

China merupakan pelanggan utama minyak Iran, yang sebagian besar diserap melalui kilang independen atau dikenal sebagai kilang "teapot". Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan terhadap kilang-kilang ini guna memutus aliran pendapatan Teheran.

Namun, Beijing mengeluarkan perintah resmi yang menyatakan bahwa tindakan AS tersebut tidak akan diakui, diimplementasikan, atau dipatuhi.

Kementerian Perdagangan China berargumen bahwa sanksi tersebut telah membatasi aktivitas ekonomi yang sah antara perusahaan China dengan negara ketiga.

“Pemerintah China secara konsisten menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki otorisasi PBB dan dasar dalam hukum internasional,” kata Kementerian Perdagangan Beijing dikutip dari AFP pada Minggu (3/5).

Perintah ini berlaku bagi tiga perusahaan di provinsi Shandong, yakni Shandong Jincheng Petrochemical Group, Shandong Shouguang Luqing Petrochemical, dan Shandong Shengxing Chemical, serta dua perusahaan lainnya, Hengli Petrochemical dan Hebei Xinhai Chemical Group.

“Sanksi tersebut secara tidak patut melarang atau membatasi perusahaan-perusahaan China dalam melakukan kegiatan ekonomi, perdagangan, dan aktivitas terkait yang normal dengan negara ketiga, dan melanggar hukum internasional serta norma dasar yang mengatur hubungan internasional,” kementerian menambahkan.

Meskipun Washington baru saja menjatuhkan sanksi baru terhadap perusahaan lain, Qingdao Haiye Oil Terminal Co., Ltd., karena tuduhan mengimpor puluhan juta barel minyak Iran, perusahaan tersebut belum dimasukkan dalam daftar perintah kementerian kali ini.

Situasi ini terjadi di tengah kebuntuan diplomatik antara AS dan Iran, menjelang rencana kunjungan Presiden Donald Trump ke China untuk bertemu pemimpin Xi Jinping akhir bulan ini.

KEYWORD :

Sanksi Minyak Perdagangan China dan Iran Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :