Minggu, 03/05/2026 16:57 WIB

Tren Kedai Kopi Yaman Kini Mewabah di AS





Kedai kopi Yaman diminati karena pengalaman autentik dan jam operasional lebih larut daripada kafe pada umumnya.

Ilustrasi kedai kopi Yaman yang menyediakan makanan dan minuman khas (Foto: AP)

California, Jurnas.com - Ratusan tahun lalu, Yaman membantu memperkenalkan kopi ke seluruh dunia. Dan kini, negara yang dilanda perang sukses hingga ke Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Associated Press pada Minggu (3/5), kedai kopi Yaman diminati karena pengalaman autentik dan jam operasional lebih larut daripada kafe pada umumnya. Tak heran, hal ini mendorong kafe yang menyajikan minuman khas Yaman di AS tumbuh 50 persen tahun lalu.

Kedai kopi Yaman juga menjadi populer karena menyediakan tempat berkumpul bagi masyarakat yang tidak mengonsumsi alkohol, terutama saat bulan Ramadan ketika kedai bisa buka hingga pukul 3 pagi.

Ahmad Badr, pemilik waralaba Arwa Yemeni Coffee di California, menjelaskan bahwa kedai kopi adalah pusat kehidupan malam di Timur Tengah.

“Umumnya di Timur Tengah, kehidupan malam kami adalah kopi, bukan? Orang-orang berkumpul di kedai kopi, mereka bermain kartu, mereka mengobrol. Kami ingin membawa hal itu ke sini,” kata Ahmad.

Bagi pemilik bisnis seperti Faris Almatrahi, pendiri Arwa Yemeni Coffee, kafe ini juga menjadi obat rindu bagi warga keturunan Yaman yang tidak bisa pulang ke tanah air akibat perang saudara yang pecah sejak 2014.

Dia mendesain interior kafenya dengan nuansa gurun dan arsitektur masjid untuk menciptakan atmosfer Yaman yang kental. Terkait perasaannya saat membuka gerai pertama, Almatrahi mengaku sangat emosional.

“Karena hal tersebut benar-benar memindahkan kami ke Yaman,” ujar dia.

Selain suasana, keunikan menu seperti teh Adeni, qishr, dan penggunaan rempah hawaij menjadi daya tarik bagi warga Amerika dari berbagai latar belakang.

Kopi Yaman yang dikeringkan secara alami di bawah sinar matahari memberikan cita rasa cokelat dan buah yang kuat. Mohammed Nasser, direktur operasional Haraz Coffee House, menekankan pentingnya proses pembuatan manual dalam setiap sajian.

“Kami harus mencampur dan mengombinasikan kopi serta teh kami secara manual, merebusnya dengan air dan susu evaporasi, guna memastikan hasilnya keluar dengan rasa serta warna yang sempurna,” kata dia.

Almatrahi berharap ekspansi bisnis ini dapat membantu sektor ekonomi di Yaman, di saat sebagian besar penduduknya masih hidup dalam kemiskinan. Melalui kedai kopi, para pengusaha muda ini ingin mengubah citra negara mereka di mata dunia.

KEYWORD :

Kopi Yaman Tren Kopi AS Budaya Nongkrong Amerika




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :