Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda. (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Komisi V DPR RI memastikan akan segera memanggil sejumlah mitra kerja strategis, mulai dari Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia, hingga Komite Nasional Keselamatan Transportasi, menyusul insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Bekasi Timur.
Anggota Komisi V DPR RI, Huda, menyampaikan bahwa langkah pemanggilan tetap disiapkan meskipun parlemen tengah memasuki masa reses.
Menurutnya, komunikasi internal pimpinan komisi saat ini masih berlangsung untuk menentukan waktu yang paling tepat, apakah dilakukan dalam masa reses atau setelahnya.
“Yang jelas, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh. Ini tidak bisa dianggap insiden biasa,” ujar Huda dalam keterangan resminya, Selasa (28/4).
Ia menyoroti kuat dugaan bahwa kecelakaan dipicu persoalan klasik di sektor perkeretaapian, yakni perlintasan sebidang yang belum tertata optimal. Kondisi tersebut dinilai masih menjadi titik rawan di berbagai jalur padat, khususnya lintas utara Jawa.
Huda mendorong keterlibatan aktif pemerintah daerah untuk mengisi kekosongan pengawasan di lapangan. Salah satu usulan konkret adalah penempatan petugas jaga atau relawan di setiap titik perlintasan sebidang guna memastikan arus lalu lintas tetap aman dan terkendali.
“Minimal ada satu orang yang bertanggung jawab di setiap perlintasan. Itu penting untuk mencegah hambatan, termasuk saat terjadi kondisi darurat seperti kendaraan mogok,” katanya.
Ia menambahkan, sepanjang jalur Jakarta–Surabaya terdapat ratusan perlintasan sebidang yang belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan. Mulai dari ketiadaan petugas, hingga kondisi fisik perlintasan yang tidak rata antara rel dan badan jalan.
Data yang ada, lanjutnya, menunjukkan bahwa mayoritas kecelakaan kereta api di Indonesia masih berkaitan dengan persoalan perlintasan sebidang. Karena itu, pembenahan aspek ini dinilai mendesak dan membutuhkan koordinasi lintas sektor.
Sementara itu, pihak PT Kereta Api Indonesia melaporkan jumlah korban akibat insiden tersebut terus bertambah. Hingga Selasa pagi, tercatat 14 orang meninggal dunia, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka.
Seluruh korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Adapun korban luka saat ini masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya percepatan peningkatan sistem keselamatan transportasi, khususnya pada titik-titik perlintasan sebidang yang selama ini menjadi sumber risiko tinggi.
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB