https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ikhtiar hingga Doa agar Jemaah Haji Tidak Tersesat di Tanah Suci

Agus Mughni | Selasa, 28/04/2026 07:58 WIB



Setiap tahun, jutaan muslim dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari Indonesia menunaikan ibadah haji, rukun Islam kelima bagi yang mampu. Ilustrasi jamaah haji di Arab Saudi. (Foto: Net)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap umat Islam tentu memiliki keinginan untuk beribadah haji di Ka`bah, Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi. Ka`bah merupakan salah satu tempat ibadah yang disucikan, panggung spiritual tempat keajaiban dan ujian batin terkadang saling berdatangan.

Setiap tahun, jutaan muslim dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari Indonesia menunaikan ibadah haji, rukun Islam kelima bagi yang mampu.

Dalam ajaran Islam, ibadah haji diayakini menjadi salah satu puncak penghambaan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Namun, di balik kemuliaan ibadah ini, ada pula kisah-kisah yang menggetarkan hati—bukan hanya soal keajaiban, tetapi juga ujian dan tantangan yang kadang tak masuk akal.

Baca juga :
Sepekan Operasional Haji 2026, 34.657 Jemaah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sering kali, jamaah yang baru pulang dari haji membagikan pengalaman spiritual yang menyentuh, yakni dari rasa haru menyentuh Ka’bah pertama kali, hingga kisah menggetarkan tentang bagaimana ujian kesabaran di Tanah Suci. Salah satu pengalaman yang cukup sering terdengar ialah tersesatnya jamaah saat berada di sekitar Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Menariknya, peristiwa ini tidak hanya dialami oleh jamaah yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Makkah atau Madinah. Bahkan mereka yang sudah berulang kali menunaikan ibadah haji atau umrah pun pernah mengalami hal serupa—tersesat tanpa tahu arah pulang ke penginapan, berputar-putar di tengah lautan manusia. Ini terutama terjadi saat puncak keramaian musim haji.

Baca juga :
Mengenal Perbedaan Haji dan Umrah Menurut Al-Qur`an dan Hadis Nabi

Oleh karena itu, sebelum berangkat haji, sangat dianjurkan untuk bertaubat, memperbaiki niat, dan mempererat silaturahmi dengan keluarga serta sesama. Selain sebagai perjalanan fisik, ibadah haji juga merupakan perjalanan hati. Dan hati yang bersih adalah kompas terbaik saat menghadapi situasi tak terduga di Tanah Suci.

Mengutip laman Nahdlatul Ulama, dalam situasi panik, seperti tersesat di tengah kerumunan, salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca istighfar dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad saw.

Baca juga :
Fakta Unik Air Zamzam, Oleh-oleh yang Kerap Dibawa Jemaah Haji

Rasulullah SAW adalah sosok yang Allah jadikan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Bershalawat bukan hanya bentuk cinta kepada Nabi, tapi juga sarana menenangkan batin dan memohon petunjuk di tengah kebingungan.

Doa shalawat yang bisa dibaca saat tersesat atau dalam kondisi genting:

صَلَّى اللهُ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّد
Shallallaahu ‘alaika yaa Muhammad
“Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya atasmu wahai Muhammad.”

Sholawat Kepada Nabi dan Keluarga:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ

“Allahumma sholli ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad.”

Artinya, “Ya Allah, limpahkanlan sholawat  kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.” (HR. An Nasa`i).

Kitab Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya karya Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi mencatat sepuluh keutamaan orang yang memperbanyak shalawat, yang dirangkum dari Al-Qur’an dan hadits. 

Membaca shalawat berarti membuka diri terhadap rahmat Allah, memohon syafaat Nabi Muhammad, dan mengikuti tradisi para malaikat yang saleh. Ini juga menjadi bentuk pembeda antara orang beriman dengan mereka yang hatinya tertutup.

Shalawat menghapus dosa, menerangi hati, memudahkan urusan, menjaga dari api neraka, dan menjadi sebab masuknya seorang hamba ke dalam surga. Bahkan, disebutkan bahwa Allah sendiri memberi salam dan perhatian khusus kepada mereka yang bershalawat dengan ikhlas.

Selain iitu, mengutip Bincangsyariah, agar tidak sampai mengalami kebingungan atau tersesat saat melaksanakan prosesi ibadah haji, jamaah dianjurkan membaca doa ini sebelum keluar dari penginapan:

بِسْمِ اللّٰهِ ذِي الشَّأْنِ، عَظِيمِ الْبُرْهَانِ، شَدِيدِ السُّلْطَانِ، كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Bismillāhi dzisy-sya’ni ‘adzīmil burhāni syadīdis sulthāni kulla yaumin huwa fī sya’n, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīm.

Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah, yang selalu dalam kesibukan, yang agung bukti-bukti kebenaran-Nya, yang kuat kerajaan-Nya, setiap hari Dia dalam kesibukan. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.” (*)

Wallohu`alam

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Shalawat dan Doa Ibadah Haji Tanah Suci Doa agar tak tersesat

Terkini | Selasa, 28/04/2026 10:23 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777