Ilustrasi - kereta Shanghai Maglev (Foto: Wikimedia Commons)
Jakarta, Jurnas.com - Perkembangan teknologi transportasi global mendorong lahirnya kereta api berkecepatan tinggi yang mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan.
Dalam konteks modernisasi, kecepatan menjadi indikator penting efisiensi mobilitas, terutama di negara dengan tingkat urbanisasi tinggi.
Kereta ini menjadi yang tercepat di dunia dalam operasional komersial.
Kecepatan maksimum: ±431 km/jam
Teknologi: Maglev (tanpa roda)
Rute: Bandara Pudong – pusat kota Shanghai
Keunggulan utamanya terletak pada minimnya gesekan karena melayang di atas rel.
Ikon transportasi Jepang ini terkenal akan ketepatan waktu dan keamanan.
Kecepatan maksimum: ±320 km/jam
Mulai beroperasi sejak 1964
Tingkat keterlambatan rata-rata sangat rendah
Shinkansen menjadi standar global untuk kereta cepat.
Kereta cepat asal Prancis ini memegang rekor dunia untuk kereta konvensional.
Kecepatan uji coba: lebih dari 570 km/jam
Kecepatan operasional: ±320 km/jam
TGV dikenal karena inovasi desain aerodinamisnya.
Jerman menghadirkan ICE sebagai solusi transportasi cepat dan nyaman.
Kecepatan maksimum: ±300 km/jam
Fokus pada kenyamanan dan efisiensi energi
ICE banyak digunakan untuk perjalanan antar kota besar di Eropa.
China menjadi salah satu negara dengan jaringan kereta cepat terbesar di dunia.
Kecepatan maksimum: ±380 km/jam
Bagian dari ekspansi besar transportasi nasional
Kereta ini menunjukkan dominasi teknologi Asia dalam sektor ini.
Selasa, 28/04/2026 01:30 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB