https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Ini Kata Pengamat Transportasi

Vaza Diva | Selasa, 28/04/2026 10:20 WIB



Pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian Joni Martinus angkat bicara terkait insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Proses evakuasi korban penumpang KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) (Foto: cnbc indonesia)

Jakarta, Jurnas.com - Pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian Joni Martinus angkat bicara terkait insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.

Ia menegaskan bahwa dalam sistem persinyalan perkeretaapian Indonesia yang menggunakan prinsip absolute block system, sinyal masuk seharusnya berwarna merah selama masih terdapat kereta di petak blok di depannya.

“Fakta bahwa KA Argo Bromo Anggrek dapat masuk hingga menabrak KRL di depannya menjadi hal yang harus didalami dan menjadi perhatian KNKT,” ujarnya.

Baca juga :
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 14 Meninggal Dunia, 84 Luka-luka

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL TM 5568A yang tengah berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur.

Benturan keras tak terhindarkan, menyebabkan sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah dan asap membumbung di lokasi kejadian.

Baca juga :
Komisi V Minta Pemerintah Tuntaskan Darurat Perlintasan Sebidang Kereta Api

Insiden ini juga berdampak pada operasional jalur tersibuk di wilayah Daop 1 Jakarta yang sempat lumpuh akibat kecelakaan tersebut.

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kejadian, termasuk kemungkinan adanya gangguan pada sistem persinyalan maupun faktor human error.

Baca juga :
Insiden Maut Kereta di Bekasi, Legislator Minta Evaluasi Sistem Keselamatan

Menurutnya secara umum ada beberapa faktor yang kemungkinan bisa menjadi penyebab suatu kereta api ditabrak dari belakang yaitu:
1. Pelanggaran terhadap sinyal merah (indikasi berhenti) atau signal passed at danger.
2. Kegagalan sistem sinyal sehingga menampilkan aspek yang salah (wrong side failure).
3. Miskomunikasi terkait batas kecepatan dalam prosedur berjalan hati-hati melewati sinyal merah.
4. Penyimpangan prosedur yang menyebabkan kereta diizinkan masuk ke jalur yang masih terisi kereta lain.
5. Masalah teknis, seperti rem blong pada Kereta mengalami kerusakan di sistem pengereman sehingga tidak mampu berhenti tepat waktu meskipun sinyal sudah terlihat.
6. Faktor konsentrasi, hilangnya kosentrasi pada masinis sehingga mengurangi kewaspadaan dalam memantau kondisi jalur di depannya.

Joni juga menyatakan ikut prihatin dan turut berduka mendalam atas kejadian yang menimbulkan korban jiwa tersebut.

Ia berharap ini menjadi perhatian, evaluasi serta pembenahan bagi KAI dan KCI maupun pihak-pihak terkait.

Sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi serta mendorong KNKT untuk segera melakukan investigasi mencari penyebabnya dengan cermat dan seksama guna perbaikan transportasi ke depannya yang lebih aman

“Evaluasi dan perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh seperti pembenahan dan peningkatan pembinaan SDM, penerapan prosedur operasional yang ketat, serta memastikan kehandalan sarana dan prasarana” kata Joni.

Lebih lanjut Joni menegaskan bahwa pada dasarnya bisnis transportasi adalah bisnis keselamatan dan pelayanan maka sepatutnya tidak boleh ada korban jiwa, sehingga semua pihak yang terkait wajib berkomitmen agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Pada dasarnya mencegah kecelakaan kereta api memerlukan intervensi berlapis di berbagai bidang, termasuk prosedur operasional, faktor manusia, teknologi, dan pengawasan regulasi.

Disisi lain Joni memberikan respon positif atas gerak cepat yang dilakukan oleh KAI Bersama KCI dalam proses evakuasi korban dan evakuasi material kereta yang terdampak.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kecelakaan Kereta Api Tabrak KRL Bekasi Timur KA Argo Bromo Anggrek Joni Martinus

Terkini | Selasa, 28/04/2026 11:57 WIB

News

Buntut Insiden Bekasi Timur, DPR Bakal Panggil Kemenhub, KAI dan KNKT

News

Prabowo Siapkan Rp4 Triliun Benahi Lintasan Kereta Api dan Bangun Fly Over

News

AS Tambah Dakwaan Pelaku Penembakan di Gedung Putih

News

Tragedi Kereta Bekasi, BPKN RI Sebut Sistem PT KAI Perlu Dievaluasi Total

News

DPR Segera Panggil Mendikdasmen, Evaluasi Standar Pendidikan Daycare

News

Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Ini Kata Pengamat Transportasi

News

Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 14 Meninggal Dunia, 84 Luka-luka

Gaya Hidup

Gunakan Kondom dalam Penelitian, Ilmuwan Temukan Fungsi Unik Menara Cicada

News

Komisi V Minta Pemerintah Tuntaskan Darurat Perlintasan Sebidang Kereta Api

News

Insiden Maut Kereta di Bekasi, Legislator Minta Evaluasi Sistem Keselamatan

News

Pimpinan DPR Minta Investigasi Total Tabrakan Kereta Bekasi Timur

Gaya Hidup

Tanaman Invasif Ini Bikin Nyamuk Tumbuh Lebih Cepat dan Hidup Lebih Lama

Humanika

Ikhtiar hingga Doa agar Jemaah Haji Tidak Tersesat di Tanah Suci

News

KA Argo Bromo Tabrak KRL, KAI Batalkan 13 Perjalanan Kereta Jarak Jauh

News

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Korban Meninggal 7 Orang

News

Sepekan Operasional Haji 2026, 34.657 Jemaah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Humanika

Ini Doa agar Selamat dan Tenang Selama Perjalanan Jauh

Humanika

Peringatan Hari Puisi Nasional Setiap 28 April, Ini Sejarah dan Tujuannya

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777