https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bayi Demam setelah Imunisasi? Begini Faktanya

Mutiul Alim | Sabtu, 25/04/2026 18:30 WIB



Tahukah Ayah dan Bunda? Demam setelah vaksinasi ternyata tidak selalu berarti buruk. Mari kita bedah fakta di baliknya. Petugas medis menyuntikan imunisasi campak rubella kepada anak di salah satu Pusat Perbelanjaan, Jakarta. (Foto Istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Momen imunisasi sering kali menjadi dilema bagi orang tua. Di satu sisi, ada keinginan agar anak terlindungi dari penyakit berbahaya, namun di sisi lain, melihat bayi menjadi rewel dan badannya panas tentu membuat hati was-was.

Dikutip dari berbagai sumber pada Sabtu (25/4), fenomena ini dikenal dalam dunia medis sebagai KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

Tapi, tahukah Ayah dan Bunda? Demam setelah vaksinasi ternyata tidak selalu berarti buruk. Mari kita bedah fakta di baliknya.

1. Tanda Tubuh Sedang "Berlatih"

Demam setelah imunisasi bukanlah tanda bayi sedang jatuh sakit. Sebaliknya, ini adalah indikator bahwa sistem imun bayi sedang bekerja.

Saat vaksin (yang berisi virus atau bakteri yang dilemahkan) masuk ke tubuh, sistem kekebalan akan mengenali tamu asing tersebut dan mulai memproduksi antibodi. Proses latihan sistem imun inilah yang memicu kenaikan suhu tubuh.

2. Biasanya Hanya Berlangsung Singkat

Fakta medis menunjukkan bahwa demam pasca-imunisasi umumnya bersifat ringan (suhu di bawah 39°C) dan muncul dalam waktu 24 jam setelah suntikan. Kabar baiknya, reaksi ini biasanya akan reda dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 hari saja.

3. Penanganan Sederhana di Rumah

Jika si kecil mengalami demam, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang direkomendasikan para ahli. Pertama, berikan ASI lebih sering. Demam membuat bayi lebih cepat kehilangan cairan. ASI atau susu formula ekstra dapat mencegah dehidrasi.

Kedua, kenakan pakaian tipis. Hindari membedong atau memakaikan baju tebal. Gunakan pakaian berbahan katun yang tipis agar panas tubuh lebih mudah keluar.

Ketiga, kompres bayi dengan air hangat. Tempelkan di lipatan ketiak atau dahi. Hindari air dingin karena bisa memicu bayi menggigil.

Keempat, berikan parasetamol sesuai dosis. Pemberian obat penurun panas diperbolehkan, namun pastikan dosisnya sudah dikonsultasikan dengan dokter.

4. Kapan Harus Waspada?

Meskipun normal, Ayah dan Bunda tetap harus memantau tanda-tanda bahaya. Segera bawa bayi ke fasilitas kesehatan jika demam mencapai 39°C atau lebih dan tidak turun meski sudah diberi obat, bayi mengalami kejang atau terlihat sangat lemas (tidak responsif), muncul ruam kulit yang luas atau sesak napas, atau demam berlanjut lebih dari tiga hari.

Kesimpulannya, demam setelah imunisasi hanya latihan untuk perlindungan jangka panjang yang besar. Jangan biarkan rasa takut akan demam menghalangi hak si kecil untuk mendapatkan kekebalan tubuh yang sempurna. Tetap tenang, pantau suhunya, dan berikan pelukan ekstra agar ia merasa nyaman!

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Demam pasca Imunisasi Perawatan Bayi Demam Indikator KIPI

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777