https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Warga Palestina di Gaza Gelar Pemilu Pertama pasca Perang

Mutiul Alim | Sabtu, 25/04/2026 17:50 WIB



Warga Palestina di Tepi Barat dan wilayah Deir El-Balah, Gaza, mulai memberikan suara dalam pemilihan umum kota pada Sabtu (25/4). Potret pemilihan umum perdana di Gaza, Palestina pasca perang (Foto: AFP)

Ramallah, Jurnas.com - Warga Palestina di Tepi Barat dan wilayah Deir El-Balah, Gaza, mulai memberikan suara dalam pemilihan umum kota pada Sabtu (25/4). Ini merupakan pemungutan suara pertama yang dilakukan sejak pecahnya perang di Gaza, meski di tengah skeptisisme publik dan keterbatasan spektrum politik.

Komisi Pemilihan Pusat (CEC) yang berbasis di Ramallah mencatat hampir 1,5 juta orang terdaftar sebagai pemilih di Tepi Barat yang diduduki Israel, serta sekitar 70.000 orang di wilayah Deir El-Balah, Gaza Tengah. TPS telah dibuka sejak pukul 07.00 waktu setempat.

Kontestasi kali ini didominasi oleh daftar calon yang berafiliasi dengan partai Fatah pimpinan Presiden Mahmud Abbas atau jalur independen. Sebaliknya, tidak ada daftar calon yang terafiliasi dengan rival utama Fatah, yakni Hamas, yang masih menguasai sebagian besar wilayah Jalur Gaza.

Baca juga :
Warga Gaza Sambut Bulan Ramadhan Ditengah Reruntuhan Bangunan

Kekecewaan warga tampak di tengah jalannya pemilu. Mahmud Bader, seorang pengusaha dari Tulkarem, menyatakan tetap memilih meski pesimistis akan adanya perubahan nyata di bawah pendudukan militer Israel.

“Apakah kandidatnya independen atau partisan, itu tidak berpengaruh bagi kota ini. Pendudukan (Israel) adalah pihak yang sebenarnya memerintah Tulkarem. Ini hanya citra untuk media internasional seolah-olah kita memiliki pemilu atau negara merdeka,” ujar Bader dikutip dari AFP.

Baca juga :
Legislator Desak Israel Buka Akses Bantuan Memasuki Musim Dingin di Gaza

Di beberapa kota besar seperti Nablus dan Ramallah, pemilihan bahkan tidak diperlukan karena hanya ada satu daftar calon tunggal yang otomatis dinyatakan menang.

Koordinator PBB Ramiz Alakbarov memuji komisi pemilihan karena berhasil mengorganisir proses yang "kredibel" di tengah periode yang sangat menantang bagi warga Palestina.

Baca juga :
Washington Post Beritakan Rencana pasca-Perang Gaza dengan Merelokasi Warga

Pemungutan suara di Deir El-Balah menjadi sorotan karena merupakan pemilu pertama di Gaza sejak kemenangan Hamas pada pemilu legislatif 2006. Wilayah ini dipilih karena populasinya relatif menetap dan tidak banyak mengungsi akibat perang selama dua tahun terakhir.

“Meskipun pemilu ini tidak seperti pemilu lainnya di dunia, ini adalah penegasan atas keberadaan kami yang terus berlanjut di Jalur Gaza terlepas dari segalanya,” ujar Farah Shaath (25), yang memberikan suara untuk pertama kalinya.

Terkait keamanan di Gaza, sumber internal komisi menyebutkan adanya kesepakatan informal di mana personel keamanan tak bersenjata dengan pakaian sipil dikerahkan untuk menjaga 12 pusat pemungutan suara di Deir El-Balah.

TPS di Gaza dijadwalkan tutup lebih awal, yakni pukul 17.00, guna memfasilitasi penghitungan suara dengan cahaya matahari karena krisis listrik yang melanda wilayah tersebut.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang Israel vs Palestina Pemilu Palestina Warga Gaza

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777