https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Polemik Selat Hormuz, Menhan AS Kesal Sekutu Cuma "Numpang"

Mutiul Alim | Jum'at, 24/04/2026 21:45 WIB



Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat, Pete Hegseth, melontarkan kritik tajam terhadap negara-negara sekutu yang terlalu bergantung pada kekuatan AS Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berjalan bersama stafnya sebelum jamuan makan siang tingkat menteri pada Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu, 1 November 2025. Foto via REUTERS

Washington, Jurnas.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat, Pete Hegseth, melontarkan kritik tajam terhadap negara-negara sekutu Eropa dan Asia, yang terlalu bergantung pada Washington dalam pembukaan Selat Hormuz.

Jalur pelayaran vital tersebut saat ini lumpuh akibat perang melawan Iran yang telah memicu lonjakan harga energi global.

Dalam konferensi pers pada Jumat (24/4), Hegseth menegaskan bahwa AS tidak lagi bersedia memikul beban keamanan sendirian tanpa kontribusi nyata dari para sekutu.

Baca juga :
Setop Spekulasi Kelangkaan Plastik, Wamenperin: Tidak Perlu Khawatir

“Eropa dan Asia telah menikmati perlindungan kami selama puluhan tahun, namun masa untuk menumpang gratis (free-riding) sudah berakhir. Amerika dan dunia bebas berhak mendapatkan sekutu yang cakap dan loyal,” kata Hegseth dikutip dari Bloomberg.

Hegseth menyatakan bahwa blokade AS di Selat Hormuz semakin diperketat setiap harinya, terutama setelah muncul laporan adanya beberapa kapal yang mencoba menghindari kapal angkatan laut AS di area tersebut.

Baca juga :
DPR Minta Pemerintah Proaktif Cegah Dampak Konflik Selat Hormuz

Blokade ini merupakan bagian dari upaya menekan Iran agar memenuhi tuntutan gencatan senjata yang diajukan Presiden Donald Trump.

Meskipun Trump telah menyerukan bantuan internasional, termasuk kepada rival geopolitik seperti China, untuk membantu mengamankan jalur tersebut, sebagian besar negara enggan mengirimkan kapal militer ke tengah zona perang yang aktif.

Baca juga :
DPR Minta IPU Pimpin Aksi Hentikan Agresi dan Redam Konflik Timur Tengah

Hegseth menekankan bahwa secara teknis, Eropa dan Asia jauh lebih bergantung pada pasokan minyak dan gas dari Teluk Persia dibandingkan Amerika Serikat.

“Kami tidak mengandalkan Eropa, tetapi mereka membutuhkan Selat Hormuz jauh lebih besar daripada kami. Mereka mungkin ingin mulai mengurangi bicara dan berhenti mengadakan konferensi mewah di Eropa, lalu segera turun ke kapal,” ujar dia.

Dia juga menyindir situasi global saat ini dengan menyebut adanya antrean global baru menuju Texas, merujuk pada peningkatan ekspor minyak AS.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Blokade Selat Hormuz Perang AS vs Iran Konflik Timur Tengah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777