Wakil Rektor Bidang Akademik Mahasiswa dan Alumni UNJ, Prof. Dr. Ifan Iskandar (Foto: Muti/Jurnas.com)
Jakarta, Jurnas.com - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendorong pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal ini ditegaskan dalam Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat di Kampus UNJ, pada Kamis (23/4).
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan setiap riset akademik berkontribusi pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). UNJ kini mewajibkan setiap inovasi yang lahir dari kampus dapat diimplementasikan untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Akademik Mahasiswa dan Alumni UNJ, Prof. Dr. Ifan Iskandar, menyatakan bahwa perguruan tinggi kini menggunakan parameter tingkat keterlaksanaan dan keterimplementasian teknologi. Hal ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana sebuah penelitian bermanfaat secara praktis.
Pergeseran paradigma ini selaras dengan kebijakan pemerintah mengenai konsep kampus berdampak yang mulai ditekankan sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dikatakan, akademisi didorong untuk menghasilkan hilirisasi riset yang tidak hanya berhenti sebagai laporan di atas meja.
"Jadi yang berbeda dari sebelumnya, kalau sebelumnya kita sih banyak pengembangan konsep, pengembangan teori, tapi sejak 2025 kemarin kita didorong untuk lebih kepada membuat penelitian dan pengabdian yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat," ujar Prof. Ifan Iskandar.
Salah satu bukti keberhasilan transisi ini ialah program pemberdayaan desa wisata di Subang yang telah memberikan dampak ekonomi bagi warga setempat. Saat ini, model pemberdayaan tersebut mulai direplikasi dan ditularkan pengembangannya ke wilayah Indramayu.
Ketua LPPM UNJ, Iwan Sugihartono, menambahkan bahwa pengabdian masyarakat kini diposisikan sebagai sarana transformasi sosial yang berkelanjutan. Fokus utama pengabdian diarahkan pada pemberdayaan kewilayahan dan kewirausahaan masyarakat.
“Pengabdian sebagai sarana implementasi ilmu pengetahuan dan penerapan produk hasil peneltiian harus menghasilkan perubahan nyata dan berkelanjutan dalam rangka penyelesaian masalah sosial,” jelas Iwan dalam laporannya.
Direktur Inovasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ, R.A. Murti Kusuma W, menilai dukungan program EQUITY LPDP sangat krusial. Selain memberikan dampak sosial, program ini juga meningkatkan rekognisi internasional UNJ sebagai kampus inovatif.
Rektor UNJ, Prof. Komarudin, dalam kesempatan terpisah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk membangun ekosistem inovasi yang sehat. Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi jembatan antara perkembangan teknologi dan kebutuhan nyata yang ada di masyarakat.
Dalam FGD tersebut, ditampilkan pula inovasi teknologi seperti alat robotik ARUNA untuk pengelolaan sampah perairan di Muara Angke. Teknologi ini menjadi solusi praktis dalam menjaga ekosistem laut sesuai dengan agenda global Sustainable Development Goals.
Di bidang sosial, UNJ menghadirkan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) dan Pojok Konseling Sastra di Rusunawa Jatinegara Kaum. Inisiatif ini fokus pada akses pendidikan inklusif serta pendampingan psikososial berbasis literasi bagi anak-anak.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pameran produk inovasi yang memperlihatkan hasil kolaborasi antara dosen dan mitra pengabdian. FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi model pengabdian yang lebih adaptif dan kolaboratif di masa depan.
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB