https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Intai Pangkalan Militer AS

Mutiul Alim | Rabu, 15/04/2026 13:35 WIB



Iran diam-diam menggunakan satelit mata-mata buatan China untuk menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah Citra pangkalan udara AS dari satelit (Foto: Reuters)

Teheran, Jurnas.com - Iran diam-diam menggunakan satelit mata-mata buatan China untuk menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, selama perang yang baru-baru ini berlangsung.

Dalam laporan Financial Times yang dikutip Reuters pada Rabu (15/4), satelit bernama TEE-01B yang dibangun dan diluncurkan oleh perusahaan China, Earth Eye, diakuisisi oleh Angkatan Luar Angkasa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada akhir 2024 setelah diluncurkan ke orbit dari China.

Dalam dokumen militer Iran yang bocor tersebut, para komandan militer Iran mengarahkan satelit untuk memantau sejumlah situs militer utama AS, lengkap dengan daftar koordinat berstempel waktu, citra satelit, dan analisis orbital.

Baca juga :
Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng Harus Berbasis Mitigasi Terukur

Gambar-gambar yang diambil pada Maret lalu menunjukkan kondisi sebelum dan sesudah serangan drone dan rudal terhadap lokasi-lokasi tersebut.

Gedung Putih, CIA, Pentagon, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan China, Earth Eye, serta Emposat hingga kini belum merespons mengenai laporan itu.

Baca juga :
AS Blokade Selat Hormuz, Iran Mengadu ke PBB: Ini Pelanggaran Serius

Namun, seorang juru bicara Gedung Putih merujuk pada pernyataan Presiden Trump akhir pekan lalu yang memperingatkan bahwa China akan menghadapi masalah besar jika memberikan sistem pertahanan udara kepada Iran.

Ketika dimintai tanggapan, Kedutaan Besar China di Washington menyampaikan, "Kami dengan tegas menentang pihak-pihak terkait yang menyebarkan disinformasi spekulatif dan insinuatif terhadap China."

Baca juga :
Turki Khawatirkan Kisruh dan Wacana Regulasi Selat Hormuz

Satelit tersebut disebut mengambil gambar Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi pada 13, 14, dan 15 Maret. Pada 14 Maret, Presiden Trump mengonfirmasi bahwa pesawat-pesawat AS di pangkalan itu telah diserang.

Menurut laporan itu, satelit yang sama juga memantau Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania serta lokasi-lokasi di sekitar pangkalan angkatan laut Armada Kelima AS di Manama, Bahrain, dan Bandara Erbil, Irak, sekitar waktu terjadinya serangan yang diklaim IRGC terhadap fasilitas-fasilitas di kawasan tersebut.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Satelit Mata-Mata Perang AS vs Iran Konflik Timur Tengah

Terkini | Rabu, 15/04/2026 15:57 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777