https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mayoritas Warga AS Sepakat AI Lebih Banyak Mudharat

Mutiul Alim | Selasa, 31/03/2026 12:29 WIB



Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang memudahkan pekerjaan manusia tak selalu bersambut positif. Ilustrasi kecerdasan buatan atau AI (Foto: Earth)

Washington, Jurnas.com - Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang memudahkan pekerjaan manusia tak selalu bersambut positif. Bagi warga Amerika Serikat (AS), AI justru memiliki lebih banyak mudharat (kerugian).

Hal ini ditunjukkan oleh jajak pendapat Quinnipiac terbaru. Menurut hasil survei yang dirilis pada 30 Maret 2026 itu, 55 persen warga AS menilai AI lebih banyak merugikan daripada manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Kekhawatiran warga Amerika semakin memburuk seiring perusahaan-perusahaan menginvestasikan sejumlah besar uang untuk menerapkan teknologi ini, yang telah menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi AS.

Baca juga :
Unik, Kafe di Swedia Ini Sepenuhnya Dikelola dan Dijalankan oleh AI

Sebagaimana diketahui, Amazon.com, Meta Platforms, Google, dan Microsoft berencana menghabiskan total US$650 miliar pada 2026 untuk infrastruktur AI.

Sederet miliarder AI seperti investor modal ventura Marc Andreessen dan presiden OpenAI Greg Brockman juga menggelontorkan puluhan juta dolar ke dalam pemilihan paruh waktu AS mendatang, untuk memilih kandidat yang ramah terhadap AI dan melobi regulasi yang ringan.

Baca juga :
Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 Rangkul Produksi Film AI

Pembangunan pusat data muncul sebagai salah satu pertempuran terkait AI yang paling sengit dalam pemilihan paruh waktu mendatang, menyusul protes dari berbagai komunitas di seluruh negeri.

Dikutip dari Bloomberg pada Selasa (31/3), 65 persen warga Amerika menentang pembangunan pusat data AI apapun di komunitas mereka. Dampak pada biaya listrik, penggunaan air, dan kebisingan adalah alasan utama yang disebutkan oleh responden survei.

Baca juga :
Jadi Saksi Sidang Gugatan OpenAI, Elon Musk Beradu Klaim

Jajak pendapat Quinnipiac juga sejalan dengan survei lain yang menunjukkan bahwa warga Amerika semakin khawatir tentang hilangnya pekerjaan dan disinformasi yang terkait dengan AI.

Kekhawatiran publik mencerminkan peringatan yang disampaikan oleh beberapa tokoh terkemuka di industri AI. CEO Anthropic, Dario Amodei, pada tahun ini memperingatkan bahwa AI akan memicu gangguan di pasar kerja.

70 persen warga Amerika berpendapat bahwa kemajuan dalam AI kemungkinan akan mengurangi peluang kerja, 14 persen lebih banyak dibandingkan pada 2025. Hanya 7 persen yang mengatakan mereka berpikir kemajuan dalam AI kemungkinan akan meningkatkan peluang kerja.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kecerdasan Buatan Teknologi AI AI Menghilangkan Pekerjaan

Terkini | Selasa, 19/05/2026 16:55 WIB

News

Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Rapat Paripurna DPR Bahas RAPBN 2027

News

Rudianto Lallo Soroti Potensi Abuse of Power dalam Penanganan Korupsi

News

Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi 117,31 Dolar AS Per Barel

News

Baleg DPR Kaji Tumpang Tindih Penentuan Kerugian Negara Perkara Korupsi

News

Kemenlu Harus Pastikan Keselamatan WNI yang Dicegat Israel di Laut Gaza

News

Komisi X DPR Apresiasi Piala Presiden Libatkan Klub Liga 4 dari 38 Provinsi

News

Legislator PDIP: Bebaskan 5 WNI, HAM Jangan Tersandera Geopolitik

Humanika

Tujuh Peristiwa Bersejarah yang Terjadi di Bulan Zulhijjah

News

KPK Periksa 12 Pegawai Bea Cukai Terkait Korupsi

News

Disorot Warganet, Menkop Bakal Evaluasi Soal Lokasi Kopdes Merah Putih

News

KPK Geledah Rumah Pengusaha di Pacitan Terkait Korupsi Bupati Ponorogo

News

Kemlu Pastikan Lima WNI Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Gaza

News

Dasco Minta Bursa Efek Ciptakan Regulasi yang Bikin Investor Nyaman

Hiburan

Konser Mahabbah Allah Pakem 9 Gerakan Kebudayaan Menyentuh Nurani Bangsa

News

Sidak BEI, Dasco Pastikan Ketahanan Pasar Modal di Tengah Tekanan IHSG

News

MUI Kecam Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla dan Jurnalis Indonesia

Gaya Hidup

Peneliti Ungkap Korban Pompeii Ada Dokter Tewas Sambil Bawa Peralatan Medis

News

Harga Minyak Mentah RI Melonjak Jadi USD117,31 per Barel

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777