https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pengelolaan Perbatasan Negara Cermin Harga Diri Bangsa Indonesia

Samrut Lellolsima | Rabu, 21/01/2026 17:52 WIB



Ini bukan sekadar bagaimana kita melayani masyarakat kita, tapi merupakan etalase negara yang mencerminkan harga diri Indonesia. Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan bahwa pengelolaan perbatasan negara tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur fisik.

Lebih dari itu, ia menilai pentingnya pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Baca juga :
Pidato Prabowo soal Dolar AS Jangan Jadi Alat Propaganda Politik

 “Kita menyadari kita memiliki tugas besar untuk menghadirkan wajah perbatasan kita yang tidak terlalu jauh wajahnya dengan negara asing. Apakah itu dari sisi infrastruktur, apakah itu dari sisi pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya. Ini bukan sekadar bagaimana kita melayani masyarakat kita, tapi merupakan etalase negara yang mencerminkan harga diri Indonesia di mata negara tetangga dan di hadapan dunia,” ujar Rifqi dalam Rapat Panja Pengawasan Perbatasan Wilayah Negara di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (21/1).

Komisi II juga menyoroti isu pelayanan publik serta persoalan tata ruang dan pertanahan di wilayah perbatasan. Masih banyak lahan di sisi Indonesia yang belum dimanfaatkan secara produktif, sementara negara tetangga telah mengelola lahannya secara maksimal.

Baca juga :
Ketua Komisi VII: UMKM Harus Jadi Andalan Hadapi Goncangan Ekonomi Global

Kondisi tersebut, menurut Rifqi, dipengaruhi oleh status kawasan hutan dan belum adanya kebijakan khusus yang mendorong pengelolaan lahan perbatasan secara produktif.

Pihaknya mencontohkan, kondisi perbatasan darat Indonesia–Malaysia. Di sana, lahan di wilayah Indonesia masih berupa hutan belantara, sementara di sisi Malaysia telah ditanami sawit dan bahkan menyerap tenaga kerja dari Indonesia.

Baca juga :
Amin AK Respons Saham RI Keluar dari MSCI

Sehingga, tidak sedikit masyarakat sekitar lebih memilih menjadi buruh di negara tetangga. Karena di negara kita, tidak memberikan treatment kesejahteraan yang cukup.“Pendekatan-pendekatan yang multidimensi seperti ini saya kira perlu kita bicarakan di ruangan ini, agar membangun perbatasan itu tidak sekadar membangun fisiknya,” jelasnya.

Ke depan, lanjut Rifqy, dengan seizin pimpinan DPR RI, pihaknya berencana menggelar rapat lanjutan dengan melibatkan kementerian dan lembaga lain di luar mitra kerja Komisi II. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan perbatasan.

Dengan kata lain Komisi II akan mengusulkan pemanggilan sejumlah menteri terkait, termasuk Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Keuangan, Menteri Imigrasi, serta Menteri Desa, guna memastikan koordinasi yang lebih efektif.

“Agar kemudian sinergi lintas kementerian ini mudah-mudahan bisa dijembatani oleh DPR RI agar pengelolaan perbatasan kita kedepan menjadi jauh lebih baik daripada hari ini,” demikian Politikus NasDem ini.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi II Rifqinizamy Karsayuda pengelolaan perbatasan Politikus NasDem

Terpopuler

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Sabtu, 04/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belgia vs Amerika Serikat

Humanika

Minggu, 05/07/2026 23:59 WIB

Apakah Sholat Safar Harus di Masjid?

Minggu, 05/07/2026 23:30 WIB

Lima Doa Setelah Melaksanakan Sholat Safar

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777