https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Panas Laut Dunia Pecah Rekor 2025, Tanda Pemanasan Bumi Masih Menggila

Agus Mughni | Selasa, 13/01/2026 13:14 WIB



Analisis internasional terbaru menunjukkan, pada 2025 samudra dunia menyerap panas paling tinggi sejak pencatatan modern dimulai. Ilustrasi gelombang air laut (Foto: Pexels/Manoo Media)

Jakarta, Jurnas.com - Saat suhu udara sering mencuri perhatian, sebagian besar panas berlebih akibat pemanasan global justru tersimpan diam-diam di lautan. Analisis internasional terbaru menunjukkan, pada 2025 samudra dunia menyerap panas paling tinggi sejak pencatatan modern dimulai.

Studi yang melibatkan lebih dari 50 ilmuwan ini memperkirakan lautan menyimpan tambahan sekitar 23 zettajoule energi sepanjang 2025, setara puluhan tahun konsumsi energi manusia global. Lonjakan ini menegaskan bahwa sistem Bumi masih terus menghangat, meski suhu udara tahunan bisa naik-turun.

Laut menyerap lebih dari 90 persen panas berlebih akibat gas rumah kaca, menjadikannya indikator paling stabil untuk melacak pemanasan jangka panjang. Berbeda dengan suhu udara yang dipengaruhi El Niño dan La Niña, panas laut jarang “menipu” tren iklim.

Baca juga :
Pemanasan Global Ancam Kehidupan Suku Asli Greenland

Data gabungan dari lembaga di China, Eropa, dan Amerika Serikat menunjukkan arah yang sama. Tahun 2025 resmi menjadi tahun terpanas bagi lautan, melanjutkan rekor yang pecah sembilan tahun berturut-turut.

Pemanasan ini tidak merata. Sekitar 16 persen wilayah laut global mencatat panas tertinggi sepanjang sejarah lokalnya, dengan kawasan paling terdampak meliputi Atlantik tropis, Atlantik Selatan, Pasifik Utara, dan Samudra Selatan.

Baca juga :
Januari 2026 Catatkan Rekor Terpanas Kelima sepanjang Sejarah

Meski suhu permukaan laut 2025 “hanya” berada di peringkat ketiga terpanas, total panas laut tetap mencetak rekor. Hal ini terjadi karena panas berpindah ke lapisan laut yang lebih dalam, bukan hilang.

Laut yang lebih hangat mempercepat penguapan dan memperkaya uap air di atmosfer, menciptakan bahan bakar bagi hujan ekstrem dan badai yang lebih kuat. Laporan ini mengaitkan panas laut dengan banjir besar di Asia Tenggara, kekeringan di Timur Tengah, hingga banjir di Meksiko dan Amerika Utara.

Baca juga :
Bumi Makin Panas, Suhu Ekstrem Kini Jadi Normal Baru

Dampaknya juga terasa pada kenaikan permukaan laut akibat pemuaian air, bahkan tanpa tambahan es yang mencair. Selama Bumi terus menyimpan panas, lautan akan terus memecahkan rekor baru.

Para peneliti menegaskan bahwa rekor panas laut bukan sekadar angka statistik. Ia adalah tekanan nyata bagi ekosistem laut, pesisir, dan cuaca ekstrem yang semakin sering menghantam kehidupan manusia.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Advances in Atmospheric Science dan menjadi pengingat bahwa krisis iklim tidak hanya terjadi di udara, tetapi mengendap dan bertahan lama di lautan dunia. (*)

Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pemanasan Global Panas Laut Pemanasan Bumi Suhu Laut Suhu Panas

Terkini | Selasa, 28/04/2026 13:51 WIB

News

Trump Tidak Puas dengan Usulan Iran Soal Selat Hormuz

News

KPK Panggil Lagi Pengusaha Billy Beras Terkait Korupsi Proyek DJKA

News

Dies Natalis ke-64, GAMKI Soroti Dampak Konflik Timur Tengah

News

Gus Rosikh: Muktamar NU Harus Bersih dari Kepentingan Politik dan Cuan

News

Prabowo Perintahkan Korban Laka Kereta Bekasi Dapat Layanan Terbaik

News

Prabowo Pastikan Korban Kecelakaan KA Bekasi Dapat Kompensasi

News

Buntut Insiden Bekasi Timur, DPR Bakal Panggil Kemenhub, KAI dan KNKT

News

Prabowo Siapkan Rp4 Triliun Benahi Lintasan Kereta Api dan Bangun Fly Over

News

AS Tambah Dakwaan Pelaku Penembakan di Gedung Putih

News

Tragedi Kereta Bekasi, BPKN RI Sebut Sistem PT KAI Perlu Dievaluasi Total

News

DPR Segera Panggil Mendikdasmen, Evaluasi Standar Pendidikan Daycare

News

Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Ini Kata Pengamat Transportasi

News

Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 14 Meninggal Dunia, 84 Luka-luka

Gaya Hidup

Gunakan Kondom dalam Penelitian, Ilmuwan Temukan Fungsi Unik Menara Cicada

News

Komisi V Minta Pemerintah Tuntaskan Darurat Perlintasan Sebidang Kereta Api

News

Insiden Maut Kereta di Bekasi, Legislator Minta Evaluasi Sistem Keselamatan

News

Pimpinan DPR Minta Investigasi Total Tabrakan Kereta Bekasi Timur

Gaya Hidup

Tanaman Invasif Ini Bikin Nyamuk Tumbuh Lebih Cepat dan Hidup Lebih Lama

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777