Ilustrasi - Contoh Pantun Bulan Desember, Cocok untuk Refleksi Akhir Tahun (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Bulan Desember identik dengan penutup tahun, hujan, hingga waktu merenung atau refleksi. Suasana ini salah satunya bisa diungkapkan lewat pantun, bentuk puisi tradisional yang menyampaikan pesan dengan bahasa sederhana namun bermakna.
Sebagai bagian dari warisan budaya tak benda, pantun tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana menyampaikan pesan secara halus dan beretika. Momentum Desember bisa memberi warna tersendiri: dingin hujan, akhir perjalanan, dan harapan baru yang disampaikan lewat rima.
Pergi ke taman melihat cemara
Angin sejuk menyapa jiwa
Desember datang di ujung tahun
Waktu merenung dan menata asa
Hujan turun membasahi jalan
Payung terbuka langkah perlahan
Desember hadir membawa pesan
Syukur dan harap di akhir perjalanan
Burung camar terbang ke selatan
Singgah sebentar di tepi samudra
Desember mengajak kita menatap
Hari esok dengan jiwa sederhana
Ke pasar membeli kain sutra
Tak lupa membeli pita merah
Desember bukan sekadar penutup tahun
Tapi awal niat hidup yang lebih berkah
Mentari pagi tersapu awan
Udara dingin terasa damai
Desember mengingatkan kita
Bahwa waktu tak pernah menunggu sampai
Pergi berlayar menuju seberang
Ombak kecil mengiringi perahu
Desember datang membawa kenang
Antara luka, doa, dan rindu
Ke hutan pinus memetik cemara
Kabut turun menutup bukit
Desember mengajarkan manusia
Belajar sabar dan memperbaiki diri sedikit demi sedikit
Jalan licin usai hujan deras
Langkah hati jangan tergesa
Desember mengajak kita ikhlas
Melepas duka, merawat bahagia
Ke pantai pagi melihat mentari
Burung camar terbang berdua
Desember datang menutup cerita
Namun harapan baru mulai terbuka
Pergi ke desa membawa bingkisan
Singgah sebentar di rumah lama
Desember waktu terbaik berintrospeksi
Sebelum melangkah ke tahun selanjutnya
Hujan rintik menemani senja
Lampu jalan mulai menyala
Desember hadir dengan makna
Mengajarkan arti bersyukur tanpa cela
Pergi mendaki saat pagi cerah
Angin dingin menyentuh kalbu
Desember menguji keteguhan hati
Agar esok lebih kuat dan maju
Beli buku di toko lama
Tak lupa membeli kalender baru
Desember bukan akhir segalanya
Melainkan awal rencana hidup yang baru
Awan kelabu menutup angkasa
Gerimis jatuh perlahan-lahan
Desember datang membawa pesan
Untuk memaafkan dan melepaskan beban
Pergi ke sawah memanen padi
Petani tersenyum penuh syukur
Desember mengajarkan manusia
Hasil baik lahir dari sabar dan jujur
Ke kota tua menikmati senja
Langkah pelan menikmati suasana
Desember hadir sebagai jeda
Sebelum waktu kembali berlari tanpa jeda
Langit malam bertabur bintang
Udara dingin menusuk rasa
Desember menutup lembar panjang
Membuka harapan di tahun yang baru tiba
Rabu, 29/04/2026 21:30 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB