Ilustrasi - memeriksa kanker payudara (Foto: Independent)
Jakarta, Jurnas.com - Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang paling banyak mendapat perhatian karena prevalensinya yang tinggi. Selain faktor genetik dan hormonal, gaya hidup termasuk pola makan memiliki peran penting dalam memengaruhi risiko terjadinya kanker payudara.
Apa yang dikonsumsi sehari-hari dapat memengaruhi keseimbangan hormon, peradangan, dan metabolisme tubuh dalam jangka panjang.
Penting dipahami bahwa tidak ada satu jenis makanan yang secara langsung menyebabkan kanker payudara. Namun, konsumsi makanan tertentu secara berlebihan dan berlangsung lama dapat meningkatkan potensi risikonya.
Makanan tinggi lemak jenuh, seperti gorengan, daging berlemak, dan produk olahan hewani tertentu, dapat memengaruhi kadar hormon estrogen dalam tubuh. Kadar estrogen yang berlebih diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara, terutama jika dikombinasikan dengan gaya hidup kurang aktif.
Daging olahan seperti sosis, nugget, ham, dan kornet mengandung pengawet serta senyawa hasil proses pengolahan suhu tinggi. Konsumsi rutin daging olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker, karena kandungan nitrit dan nitrat yang berpotensi bersifat karsinogenik.
Asupan gula berlebih dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan resistensi insulin. Kondisi ini berhubungan dengan peradangan kronis dan ketidakseimbangan hormon, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kanker payudara, terutama pada perempuan pascamenopause.
Makanan cepat saji umumnya tinggi kalori, lemak trans, garam, dan rendah serat. Pola konsumsi jangka panjang dapat memicu obesitas dan gangguan metabolisme, dua faktor yang kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.
Lemak trans yang banyak ditemukan pada margarin padat, makanan kemasan, dan camilan olahan dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis berperan dalam proses perkembangan sel abnormal, termasuk sel kanker.
Makanan yang dibakar, digoreng dalam suhu sangat tinggi, atau dipanggang hingga gosong berpotensi menghasilkan senyawa berbahaya seperti amina heterosiklik. Senyawa ini dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker jika dikonsumsi secara berlebihan.
Konsumsi alkohol secara rutin diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen dan memengaruhi kemampuan tubuh dalam memperbaiki kerusakan sel, sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan sel kanker.
Rabu, 29/04/2026 21:30 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB