https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Penyebab Tulang Rapuh yang Jarang Diketahui

Vaza Diva | Selasa, 16/12/2025 13:30 WIB



Tulang rapuh kerap dianggap masalah usia lanjut, padahal kondisi ini bisa dipicu sejak usia muda akibat gaya hidup dan pola makan yang kurang tepat. Ilustrasi - nyeri sendi akibat tulang yang rapuh (Foto: RS Hermina)

Jakarta, Jurnas.com - Tulang rapuh kerap dianggap masalah usia lanjut, padahal kondisi ini bisa dipicu sejak usia muda akibat gaya hidup dan pola makan yang kurang tepat.

Memahami penyebab tulang rapuh menjadi langkah penting untuk mencegah risiko patah tulang dan menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.

Tulang memiliki peran vital sebagai penopang tubuh dan pelindung organ penting. Seiring waktu, kepadatan tulang dapat menurun secara alami. Namun, penurunan ini akan berlangsung lebih cepat bila dipengaruhi faktor-faktor tertentu.

Baca juga :
5 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Bikin Awet Muda

Salah satu penyebab utama tulang rapuh adalah kurangnya asupan kalsium dan vitamin D. Kalsium dibutuhkan untuk membangun dan mempertahankan kekuatan tulang, sementara vitamin D membantu penyerapan kalsium secara optimal. Pola makan yang minim susu, ikan, sayuran hijau, atau paparan sinar matahari yang terbatas dapat mempercepat pengeroposan tulang.

Kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi besar terhadap melemahnya tulang. Tulang membutuhkan rangsangan melalui aktivitas menahan beban, seperti berjalan, berlari ringan, atau latihan kekuatan, agar tetap padat dan kuat. Gaya hidup sedentari, terlalu lama duduk, dan jarang berolahraga membuat tulang kehilangan rangsangan alami yang dibutuhkan untuk regenerasi.

Baca juga :
Clean Eating, Tren Pola Makan Tekan Risiko Penyakit Kronis

Faktor hormonal turut memengaruhi kesehatan tulang, terutama pada perempuan. Penurunan hormon estrogen setelah menopause diketahui dapat mempercepat hilangnya massa tulang.

Pada pria, penurunan kadar testosteron juga dapat berdampak serupa, meski biasanya terjadi lebih lambat. Selain itu, gangguan hormon tertentu, seperti masalah tiroid, dapat mengganggu keseimbangan pembentukan dan penghancuran tulang.

Baca juga :
9 Kebiasaan Ringan untuk Cegah Penyumbatan Pembuluh Darah Otak

Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga menjadi penyebab yang sering diabaikan. Zat berbahaya dalam rokok dapat menghambat pembentukan sel tulang baru, sementara alkohol dalam jumlah berlebih mengganggu penyerapan kalsium dan vitamin D. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini meningkatkan risiko tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Penggunaan obat-obatan tertentu dalam waktu lama, seperti kortikosteroid, juga dapat melemahkan tulang. Obat ini sering digunakan untuk mengatasi peradangan atau penyakit autoimun, namun bila tidak diawasi dengan baik dapat menurunkan kepadatan tulang secara signifikan. Karena itu, pemakaian obat jangka panjang perlu disertai pemantauan kesehatan tulang.

Faktor genetik tidak bisa diabaikan. Riwayat keluarga dengan osteoporosis atau patah tulang akibat benturan ringan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tulang rapuh. Meski tidak dapat diubah, faktor ini bisa diantisipasi dengan gaya hidup sehat dan pemeriksaan dini.

Memperhatikan penyebab tulang rapuh sejak dini menjadi kunci pencegahan. Dengan menjaga asupan nutrisi, rutin berolahraga, menghindari kebiasaan buruk, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, kekuatan tulang dapat dipertahankan hingga usia lanjut. Tulang yang sehat bukan hanya soal usia, tetapi hasil dari kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tulang rapuh usia lanjut usia muda gaya hidup pola makan

Terkini | Senin, 19/01/2026 08:25 WIB

Humanika

Ini Alasan Pesawat Dilarang Terbang di Atas Ka`bah

Gaya Hidup

Ilmuwan Coba Pecahkan Misteri saat Sakaratul Maut, Ini yang Ditemukan

News

Wamentrans Dorong Nanas Jadi Komoditas Unggulan dari Kawasan Transmigrasi

Gaya Hidup

Mengenal Stellata, Tanaman Unik "Pencuri" Gen dari Spesies Lain

Gaya Hidup

Hutan Menyusut, Nyamuk Hutan Beralih Mengisap Darah Manusia

Gaya Hidup

Segera Lakukan Ini Bila Anak Sakit Tidak Mau Makan

Gaya Hidup

Mandi Air Dingin vs Air Hangat, Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?

Humanika

Merengkuh Keutamaan Sepertiga Malam Lewat Amalan Sunnah

Gaya Hidup

Terapi Air Dingin Lagi Tren, Ini Temuan Ilmiah soal Manfaat dan Risikonya

Humanika

Lima Keistimewaan Bulan Rajab Dalam Pandangan Islam

Humanika

Inilah Bedanya Kiamat Kubra dan Kiamat Sugra, Catat

Gaya Hidup

Kesalahan Pola Makan saat Diare yang Sering Dianggap Sepele

Gaya Hidup

Panduan Menu Protein Selama Seminggu untuk Jaga Massa Otot

Gaya Hidup

Hutan Menyusut, Nyamuk Lebih Sering Menggigit Manusia Dibanding Satwa Liar

Gaya Hidup

Ini Organ yang Terdampak jika Kamu Malas Minum Air Putih

Gaya Hidup

Pekerja Kantoran Wajib Tahu! Duduk Terlalu Lama Rusak Metabolisme

Gaya Hidup

Kenapa Kekurangan Vitamin D Bikin Tubuh Rentan Sakit? Ini Kata Sains

Gaya Hidup

5 Wisata Alam di TN Bantimurung Bulusaraung Sulsel yang Wajib Dikunjungi

Terpopuler

Jum'at, 16/01/2026 07:07 WIB
Humanika

Mengapa Isra Mikraj Jadi Hari Libur Nasional di Indonesia?

Sabtu, 17/01/2026 22:27 WIB
Gaya Hidup

Sisi Gelap Zodiak Capricorn yang Jarang Dibahas

Minggu, 18/01/2026 08:08 WIB
Gaya Hidup

Alasan Capricorn Dikenal sebagai Zodiak Pekerja Keras

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777