https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Wamendikdasmen Soroti Tinginya Angka Food Waste di Indonesia

Muhammad Habib Saifullah | Rabu, 10/12/2025 13:23 WIB



Wamendikdasmen Atip Latipulhayat mengatakan, isu food waste menjadi perhatian serius dalam arah kebijakan pendidikan karakter dan lingkungan di sekolah Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latifulhayat saat SEAMEO BIOTROP Outlook 2025-2026 (Foto: Habib/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menyoroti data yang menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil sampah makanan (food waste) terbesar di dunia.

Dia mengatakan bahwa hal ini tentunya menjadi perhatian serius dalam arah kebijakan pendidikan karakter dan lingkungan di sekolah.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamen Atip dalam kegiatan SEAMEO BIOTROP Outlook 2025-2026 di Gedung Kemdikdasmen, Jakarta, pada Rabu (10/12).

Baca juga :
Pemda Diminta Cermat Perhitungkan Daya Tampung SPMB 2026

"Konon katanya Indonesia salah satu negara yang cukup besar menghasilkan food waste. Ini kalau tidak salah disampaikan oleh mantan IPB University, sekarang jadi Ketua BRIN, Profesor Arif yang mengatakan Indonesia adalah negara mungkin terbesar untuk food waste-nya," kata Atip.

Wamendikdasmen menekankan bahwa isu sisa pangan bukan sekadar masalah teknis, melainkan isu global yang kian serius, sehingga dia menilai sekolah merupakan titik paling strategis untuk melakukan intervensi perubahan perilaku konsumsi masyarakat sejak dini.

Baca juga :
SPMB 2026 Pakai 4 Jalur Seleksi, Apa Saja?

Dia bercerita bahwa salah satu kasus yang berkaitan dengan tingginya angka sisa makanan ini karena dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menemukan banyak siswa yang menyisakan sayuran karena alasan selera.

"Saya sudah berkunjung ke beberapa sekolah dengan program MBG, itu mayoritas sayurannya tidak dimakan oleh siswa. Jika saya tanya kenapa, jawabannya tidak enak," kata dia.

Baca juga :
Skor TKA Jadi Penentu Jalur Prestasi di SPMB 2026

Dia menyebut adanya tantangan budaya makan yang lebih mementingkan rasa di mulut enak di mulut dibandingkan nutrisi bagi tubuh. Kebiasaan ini dinilai berkontribusi pada penumpukan limbah organik jika tidak segera diedukasi.

"Nah di beberapa sekolah saya coba kasih insentif siapa yang mau menghabiskan sayurnya dikasih hadiah, baru untuk dimakan," kata dia.

Merespons hal tersebut, Wamendikdasmen mengapresiasi dokumen kebijakan (policy brief) yang disusun oleh SEAMEO Biotrop. Dokumen ini dinilai krusial untuk didiseminasikan karena memuat kajian ilmiah dan rekomendasi konkret bagi dunia pendidikan.

Beberapa rekomendasi jangka pendek dan menengah yang disoroti antara lain, pengembangan sekolah percontohan pengurangan food waste, edukasi perubahan perilaku konsumsi, pemisahan sampah organik dan anorganik, dan pengolahan limbah makanan menjadi kompos di lingkungan sekolah.

"Policy brief ini juga menegaskan bahwa pendidikan untuk pengurangan food waste merupakan bagian dari pendidikan karakter, ini sangat penting sekali," ujar Wamendikdasmen.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kabar Pendidikan Wamendikdasmen Atip Food Waste SEAMEO BIOTROP

Terpopuler

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Kamis, 09/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Swiss

Rabu, 08/07/2026 13:30 WIB
Olahraga

MU Incar Tchouameni, Madrid Pasang Harga Rp2,1 Triliun

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777