https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Penyakit `Ain, Gangguan dari Pandangan Iri yang Sulit Terdeteksi

Agus Mughni | Jum'at, 05/12/2025 18:36 WIB



Penyakit ‘ain dipahami sebagai gangguan yang muncul akibat pandangan iri atau kagum seseorang yang disertai hasad Ilustrasi (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Jakarta, Jurnas.com - Penyakit ‘ain dipahami sebagai gangguan yang muncul akibat pandangan iri atau kagum seseorang yang disertai hasad. Namun, banyak tindakan sehari-hari yang mungkin tidak disadari atau tidak terdeteksi yang memiliki kaitan dengan fenomena ini.

Dalam pandangan umum, penyakit `ain ini kerap dikaitkan dengan sakit mendadak, melemahnya semangat hingga rezeki yang tersendat tanpa sebab yang jelas.

Meskipun sering dianggap sebagai kepercayaan tradisional, konsep ‘ain memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam dan terus dibicarakan hingga kini. Hal ini membuat pembahasan tentang ‘ain tetap relevan ketika masyarakat mencari penjelasan atas gangguan yang sulit dipahami secara medis.

Baca juga :
Ini Cara Menyembelih Hewan Kurban yang Benar

Secara bahasa, kata ‘ain (العين) berarti “mata”, namun dalam konteks Islam ia merujuk pada pandangan yang disertai rasa iri atau hasad. Melalui pandangan itulah dampak negatif dipercaya dapat timbul, walau tetap berada dalam ketetapan Allah SWT.

Keyakinan tentang ‘ain juga didukung oleh Al-Qur’an yang memerintahkan manusia untuk berlindung dari kejahatan orang yang dengki. Ayat dalam Surah Al-Falaq memperlihatkan bahwa sifat hasad memiliki potensi membawa pengaruh buruk kepada orang lain.

Baca juga :
Cara yang Diajarkan Rasulullah untuk Mengendalikan Amarah

Dalam Al-Qur`an, Allah SWT berfirman:

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Baca juga :
Enam Amalan Sunah di Hari Jumat pada Bulan Dzulhijjah

Dan aku berlindung pula dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki, yang selalu menginginkan hilangnya kenikmatan dari orang lain.” (QS. Al-Falaq: 5)

Selain itu, Rasulullah SAW menegaskan dalam hadis sahih bahwa “‘ain itu benar adanya”, sehingga memperkuat bahwa fenomena ini diakui dalam ajaran Islam. Pernyataan tersebut membuat banyak ulama menempatkan ‘ain sebagai realitas spiritual yang perlu diwaspadai.

Meskipun demikian, para ulama menekankan bahwa ‘ain tidak terjadi begitu saja, sebab biasanya muncul dari pandangan yang disertai kekaguman atau iri tanpa doa kebaikan. Dengan demikian, sumbernya bukan sekadar mata yang memandang, tetapi kondisi hati yang tidak terjaga.

Penyakit ‘ain merupakan fenomena yang nyata menurut ajaran Islam, namun umat Islam diajarkan untuk tidak berlebihan dalam meyakininya. Semua yang terjadi tetap dalam kehendak Allah SWT. Kunci utama perlindungan dari ‘ain adalah dzikir, doa, dan menjaga kebersihan hati dari iri serta dengki.

Lebih dari itu, menjaga lisan, pandangan, dan sikap saat melihat nikmat orang lain juga menjadi bentuk pencegahan dari dosa dan penyakit `ain.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Penyakit Ain Pandangan Iri

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777