https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Keutamaan Hari Jumat dan Sunnah yang Dianjurkan Rasulullah

Agus Mughni | Jum'at, 14/11/2025 01:05 WIB



Dalam Islam, hari Jumat memiliki kedudukan istimewa. Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai sayyidul ayyam Ilustrasi - sedekah di hari Jumat (Foto: Ist/Terasmuslim.com)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam Islam, hari Jumat memiliki kedudukan istimewa. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai sayyidul ayyam, penghulu segala hari. Bukan sekadar hari untuk salat Jumat berjamaah, tetapi juga momen penuh keberkahan yang sepatutnya diisi dengan amal saleh dan sunnah-sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Karena keutamaannya, hari Jumat di natranya menjadi momentum untuk menyucikan diri, baik secara lahir maupun batin. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mandi sebelum salat Jumat, mengenakan pakaian terbaik, serta memakai wewangian sebagai bentuk penghormatan terhadap hari yang mulia ini.

Tidak hanya itu, hari Jumat juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak bacaan Surah Al-Kahfi. Dalam berbagai riwayat disebutkan, siapa yang membacanya akan diberi cahaya dan perlindungan dari fitnah dunia hingga Jumat berikutnya.

Baca juga :
Deretan Peristiwa Bersejarah yang Terjadi di Hari Jumat

Selain membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa salawat yang diucapkan pada hari Jumat akan disampaikan langsung kepadanya, sehingga menjadi bentuk kasih sayang dan kedekatan antara umat dengan Nabinya.

Lebih dari itu, umat Muslim juga disunnahkan berangkat lebih awal ke masjid. Semakin cepat seseorang datang untuk salat Jumat, semakin besar pula ganjaran pahala yang dijanjikan, sebagaimana disampaikan dalam hadis sahih riwayat Bukhari.

Baca juga :
Cara yang Diajarkan Rasulullah untuk Mengendalikan Amarah

Keistimewaan hari Jumat tidak berhenti di situ. Di dalamnya terdapat satu waktu mustajab di mana doa tidak akan ditolak, dan banyak ulama berpendapat waktu tersebut terjadi antara ashar hingga magrib. Oleh karena itu, memperbanyak dzikir, doa, hingga sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Sunnah-sunnah ini bukan hanya menambah pahala, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah serta mempererat ukhuwah antar sesama Muslim. Dengan menghidupkan amalan di hari Jumat, seorang Muslim diajak untuk lebih sadar akan pentingnya kebersihan, ketenangan hati, kesungguhan dalam beribadah, hingga kepedulian terhadap sesama.

Baca juga :
Enam Amalan Sunah di Hari Jumat pada Bulan Dzulhijjah

Hari Jumat menjadi anugerah yang datang setiap pekan sebagai kesempatan memperbarui keimanan dan memperbanyak amal saleh. Melalui sunnah-sunnah Rasulullah SAW , umat Islam dapat menjadikan hari Jumat sebagai hari penuh keberkahan, ketenangan, dan kedekatan dengan Sang Pencipta.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Jumat Sayyidul ayyam Keutamaan hari Jumat Amalan Sunnah Rasulullah SAW

Terkini | Kamis, 18/06/2026 13:40 WIB

Terpopuler

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Selasa, 16/06/2026 05:05 WIB
Gaya Hidup

16 Juni 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777