https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Sumber Kerusakan Hati Menurut Islam dan Cara Mencegahnya

Agus Mughni | Jum'at, 07/11/2025 23:55 WIB



Dalam pandangan Islam, hati bukan sekadar pusat perasaan, tetapi poros utama yang menentukan arah amal manusia Ilustrasi sombong atau arogan, salah satu sumber kerusakan hati menurut pandangan Islam (Foto: BPKH)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam pandangan Islam, hati bukan sekadar pusat perasaan, tetapi poros utama yang menentukan arah amal manusia. Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging; jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hati yang rusak menjadi awal kehancuran iman dan amal. Sebab, ketika hati kehilangan cahaya kebenaran, seluruh perilaku manusia pun ikut menyimpang dari petunjuk Ilahi.

Kerusakan itu sering berawal dari dosa yang dilakukan berulang tanpa penyesalan. Allah mengingatkan dalam QS. Al-Muthaffifin ayat 14, “Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.” Dosa yang dibiarkan menumpuk akan menutup hati dari cahaya hidayah dan membuat nurani kehilangan rasa salah.

Baca juga :
4 Pertanyaan di Yaumul Hisab yang Wajib Diketahui Setiap Muslim

Namun, dosa bukan satu-satunya sumber kegelapan hati. Ketika manusia lebih menuruti hawa nafsu dan syahwat dunia, ia perlahan menjauh dari petunjuk Allah. Dalam QS. Al-Jatsiyah ayat 23, Allah memperingatkan, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?” Nafsu yang dibiarkan berkuasa membuat manusia merasa benar meski sesat.

Selain itu, kelalaian dalam berzikir dan menuntut ilmu agama juga menjadi penyebab utama hati mengeras. Hati yang jarang diingatkan pada Allah akan kehilangan kelembutan dan mudah dikuasai gelisah serta iri. Allah menegaskan dalam QS. Az-Zumar ayat 22, “Maka celakalah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allah.”

Baca juga :
Mengenal Hari Tasyrik: Makna, Asal Usul hingga Larangan Puasa

Kekeringan spiritual ini kerap diperparah oleh kesibukan dunia yang melalaikan. Saat manusia terlalu sibuk mengejar urusan duniawi, ia lupa memberi ruang bagi jiwanya untuk berdialog dengan Sang Pencipta.

Di sisi lain, kesombongan menjadi racun paling berbahaya bagi hati. Iblis bukan dikutuk karena kurang ibadah, tetapi karena kesombongannya menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Rasa tinggi hati dan merasa cukup dari Allah adalah akar yang menumbuhkan riya, dengki, dan kebencian.

Baca juga :
Panduan Adab dan Sunah Hari Jumat Sesuai Tuntunan Rasulullah

Karena itu, Islam mengajarkan agar hati terus dijaga dengan tobat, zikir, dan kerendahan hati. Hati yang bersih akan menuntun manusia pada keikhlasan, sementara hati yang rusak menjerumuskannya ke dalam gelapnya dosa.

Dalam dunia yang serba cepat dan penuh godaan, menjaga kebersihan hati bukan hanya soal moralitas, tetapi kebutuhan spiritual. Sebab, hanya hati yang hidup dengan zikir dan ilmu yang mampu menemukan ketenangan sejati di tengah hiruk-pikuk kehidupan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Kerusakan hati Penyakit hati Hawa nafsu Menjaga Hati

Terpopuler

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Selasa, 16/06/2026 05:05 WIB
Gaya Hidup

16 Juni 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777