https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tata Kelola Bermasalah, Jutaan Ton Beras Lewat Batas Aman

Samrut Lellolsima | Selasa, 07/10/2025 18:01 WIB



Bahan bakunya bermasalah, kemudian disimpan dalam jumlah jauh melebihi kapasitas gudang yang dimiliki. Kekacauannya makin sempurna, seiring tata kelolanya yang tak kunjung dibenahi. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Penugasan spesifik ke Perum Bulog untuk membeli gabah dengan mengabaikan kualitas, sudah dipastikan akan disertai resiko pada kualitas maupun mutu saat diolah jadi beras.

“Bahan bakunya bermasalah, kemudian disimpan dalam jumlah jauh melebihi kapasitas gudang yang dimiliki. Kekacauannya makin sempurna, seiring tata kelolanya yang tak kunjung dibenahi,” ungkap Ketua Panja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman dalam keterangan resminya, Selasa (7/10).

Baca juga :
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

Penilaian itu disampaikan Alex merespon pernyataan Badan Pangan Nasional atau Bapanas yang menyimpulkan terdapat 29.990 ton beras Perum Bulog alami turun mutu. Selain itu, sebanyak 1,45 juta ton beras telah berusia simpan lebih dari 6 bulan.

Data ini dirilis Bapanas, sebagai tindak lanjut dari inspeksi mendadak Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto tanggal 23 September 2025 yang menemukan sekitar 1.200 ton beras turun mutu, di gudang Bulog Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

Alex mewanti-wanti, penugasan ke Perum Bulog untuk kembali menyerap gabah kering panen (GKP) dengan harga tebus Rp6.500 per kilogram pada Semester II/2025, tidak mengulangi kekeliruan yang terjadi di Semester I/2025 kemarin.

Untuk semester I/2025, ungkap Alex, penugasan pada Bulog untuk melakukan penyerapan, hanya sebesar 10 persen dari total hasil panen petani. Prakteknya, beras dicadangkan hingga menembus angka 4,2 juta ton, yang merupakan stok tertinggi yang pernah ada.

Baca juga :
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

“Secara statistik, ini merupakan prestasi. Tapi, kita juga dihadapkan dengan tantangan, terjadinya praktek penurunan mutu beras di gudang-gudang Bulog,” ungkap Alex yang juga Ketua PDI Perjuangan Sumbar itu.

Dikatakan Alex, walaupun Bulog tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan bukan berarti setiap sen rupiah yang dibelanjakan untuk memenuhi mandat penugasan, mengabaikan target kebermanfaatannya untuk kesejahteraan rakyat.

“Beras yang turun mutu, jika tak ditangani dengan baik, tentunya akan jadi beras rusak. Yang telah berusia 6 bulan di gudang, tentunya akan jadi kelompok turun mutu. Dia akan terus mengulang, jika tatakelola tak kunjung dibenahi,” tegas Alex yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu.

Diketahui, Perum Bulog kembali mendapatkan penugasan pembelian harga gabah sebagaimana mandat yang diberikan Bapanas dalam surat nomor 257/TS.03.03/K/9/2025 tanggal 18 September 2025.

Dalam surat itu, Bulog kembali ditugaskan melaksanakan pengadaan gabah dan beras pada semester II/2025 untuk mengantisipasi melimpahnya produksi di masa panen gadu (panen padi dari tanaman yang ditanam pada musim kemarau-red), yang diperkirakan berlangsung bulan September-Desember.

 

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi IV Alex Indra Lukman Bapanas Panja gabah jagung

Terpopuler

Kamis, 23/07/2026 04:04 WIB
Gaya Hidup

20 Contoh Ucapan Hari Anak Nasional yang Penuh Makna

Rabu, 22/07/2026 01:01 WIB
Humanika

22 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777