https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kumpulkan Kades se-Banyuwangi, Mensos Tekankan Digitalisasi agar Bansos Tepat Sasaran

Agus Mughni | Sabtu, 04/10/2025 13:14 WIB



Inilah yang sekarang sedang diperbaiki, diperkuat, dibuat konsep oleh DEN menggunakan sistem dan membangun satu platform digital. Intinya mengurangi orang ketemu orang, menghindari penyimpangan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam acara Dialog Pilar Sosial, Camat, Lurah/ Kepala Desa Bersama Menteri Sosial di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Kamis (2/10/2025) malam (Foto: Kemensos)

Banyuwangi, Jurnas.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih transparan, cepat, dan tepat sasaran. 

Penegasan itu Gus Ipul sampaikan dalam acara Dialog Pilar Sosial, Camat, Lurah/ Kepala Desa Bersama Menteri Sosial di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Kamis (2/10/2025) malam.

Dia memaparkan, melalui sistem digital yang tengah dikembangkan bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN), digitalisasi bansos lewat Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) dirancang meminimalkan interaksi tatap muka untuk mengurangi potensi penyimpangan, meningkatkan transparansi, serta partisipasi masyarakat.

Baca juga :
Mensos Gus Ipul Bebastugaskan 2 Pejabat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat

“Inilah yang sekarang sedang diperbaiki, diperkuat, dibuat konsep oleh DEN menggunakan sistem dan membangun satu platform digital. Intinya mengurangi orang ketemu orang, menghindari penyimpangan,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/10).

Platform digital ini menghubungkan berbagai basis data pemerintah, mulai dari Dukcapil, BKN, BPJS Kesehatan, BPN hingga SAMSAT. Dengan sistem ini, data masyarakat yang sudah mendaftar diverifikasi otomatis sehingga bansos lebih tepat sasaran. 

Baca juga :
Mensos Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis

“Jadi ketika kepala desa menginput nama-nama yang layak dapat bansos, nanti yang menyeleksi sistem. Sistem ini terhubung dengan seluruh data yang dimiliki oleh pemerintah,” jelas Gus Ipul.

Banyuwangi dipilih sebagai lokasi uji coba pertama karena dinilai paling representatif: ada daerah yang sudah siap infrastruktur digitalnya, ada juga yang masih terkendala jaringan internet. Kondisi ini sekaligus menguji keandalan Perlinsos. 

Baca juga :
Tingkatkan Literasi Karantina Kepala Desa, Kemendes Bakal Gandeng Barantin

Hingga kini tercatat ratusan ribu warga Banyuwangi sudah mendaftar uji coba digitalisasi bansos melalui portal ini. 

“Uji coba sekarang sudah 250 ribu lebih yang daftar, karena semua diminta daftar. Cukup dengan menggunakan smartphone untuk pakai biometrik,” kata Gus Ipul.

Meski begitu, sekitar 70 persen pendaftar masih dibantu pendamping atau agen. Gus Ipul menekankan pentingnya dukungan pemerintah desa dan Pilar Sosial untuk mengedukasi masyarakat agar ke depan dapat mendaftar secara mandiri. 

“Ini tugas kita untuk mau mengedukasi masyarakat agar mau berpartisipasi,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial atas dukungan program digitalisasi bansos di daerahnya. 

“Terima kasih kami bersyukur karena Banyuwangi dijadikan pilot project, walaupun masih banyak tantangan tapi alhamdulillah secara keseluruhan transformasi digital bansos atau Perlinsos bisa berjalan baik,” kata Ipuk. 

Ia menambahkan, Pemkab Banyuwangi berkomitmen melakukan pendataan calon penerima bansos secara serius dan solid untuk mendukung digitalisasi ini.

Bagus (31), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang hadir dalam acara tersebut, mengaku telah merasakan langsung manfaat Perlinsos.

“Sistem ini memudahkan kami mengetahui kondisi masyarakat secara menyeluruh, termasuk rumah tangga desil 1 dan 2 DTSEN, kepemilikan tanah atau bangunan, bahkan perilaku berisiko seperti judi online,” katanya. 

Menurutnya, pendataan ini juga lebih mudah dijangkau masyarakat karena cukup dengan hanya berbekal KTP dan smartphone saat mendaftar.

Hadir dalam acara ini Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Amania, Bupati Banyuwangi periode 2010–2021 Abdullah Azwar Anas, serta jajaran pejabat tinggi Kementerian Sosial dan Pemda Banyuwangi. Selain itu juga dihadiri ratusan Pilar Sosial, camat, dan lurah/ kepala desa di Kabupaten Banyuwangi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Sosial Gus Ipul Kepala Desa Digitalisasi bansos Bantuan sosial

Terpopuler

Kamis, 23/07/2026 04:04 WIB
Gaya Hidup

20 Contoh Ucapan Hari Anak Nasional yang Penuh Makna

Rabu, 22/07/2026 01:01 WIB
Humanika

22 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777