https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Apa Itu Keluarga Sakinah dan Bagaimana Cara Mewujudkannya?

Agus Mughni | Senin, 29/09/2025 18:27 WIB



Konsep rumah tangga sakinah sering kali disalahpahami sebagai kehidupan pernikahan yang selalu tenang dan bebas dari persoalan. Padahal, dalam Islam, sakinah justru lahir dari kemampuan pasangan menghadapi ujian dengan sikap dewasa dan tetap berpijak pada nilai-nilai keimanan. Ilustrasi Pernikahan untuk membangun keluarga sakinah (Foto: Pexels/Reynaldo Yodla)

Jakarta, Jurnas.com - Konsep rumah tangga sakinah sering kali disalahpahami sebagai kehidupan pernikahan yang selalu tenang dan bebas dari persoalan. Padahal, dalam Islam, sakinah justru lahir dari kemampuan pasangan menghadapi ujian dengan sikap dewasa dan tetap berpijak pada nilai-nilai keimanan.

Dihimpun dari berbagai sumber, sakinah adalah istilah dalam bahasa Arab yang berarti ketenangan, ketenteraman, atau kedamaian batin. Dalam konteks pernikahan dan keluarga dalam Islam, sakinah merujuk pada kondisi jiwa yang tenang dan hubungan yang damai antara suami dan istri.

Pemahaman ini penting karena setiap pernikahan pasti akan diwarnai dinamika. Mulai dari tekanan ekonomi, perbedaan karakter, hingga tantangan membesarkan anak menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan rumah tangga.

Baca juga :
4 Pertanyaan di Yaumul Hisab yang Wajib Diketahui Setiap Muslim

Namun, pasangan yang menghidupkan nilai sakinah tidak menjadikan masalah sebagai alasan untuk menjauh. Sebaliknya, mereka mencari jalan keluar dengan tetap saling merangkul, bukan saling menyakiti; tetap berdialog, bukan saling menyalahkan atau mengkambinghitamkan; hingga tetap saling menghormati, bukan saling meninggikan emosi dan atau dengki.

Hal ini sejalan dengan ajaran Al-Qur’an yang menggambarkan pernikahan sebagai ikatan yang menghadirkan mawaddah dan rahmah. Dua hal ini menjadi fondasi emosional yang menjaga ketenangan ketika badai tantangan dalam keluarga datang menerpa.

Baca juga :
Tujuh Peristiwa Bersejarah yang Terjadi di Bulan Zulhijjah

Mawaddah dimaknai sebagai cinta yang memberi tanpa syarat, sementara rahmah adalah kasih yang hadir dalam bentuk empati, kesabaran, dan keinginan untuk saling memahami. Ketika keduanya berjalan beriringan, rumah tangga tak mudah goyah meski berada di tengah tekanan.

Karena itu, rumah tangga sakinah tidak lahir dari suasana tanpa masalah, melainkan dari proses menghadapi masalah dengan cara yang benar. Komunikasi menjadi kunci, diikuti oleh keikhlasan dan doa yang terus menguatkan langkah.

Baca juga :
Komisi III Minta Hukum Tidak Dijadikan Alat Penindas Rakyat Kecil

Para ulama menegaskan bahwa sakinah adalah keadaan hati yang tenang, bukan kondisi luar yang sempurna. Artinya, ketenangan dalam rumah tangga justru tampak dari cara pasangan saling menenangkan ketika situasi mulai memanas.

Dalam konteks ini, ujian dalam pernikahan justru menjadi momen penting untuk menumbuhkan kedewasaan spiritual. Sebab, semakin besar ujian, semakin besar pula peluang untuk membuktikan kekuatan cinta dan keteguhan iman.

al ini sejalan dengan ajaran Al-Qur’an dalam Surah Ar-Rum ayat 21 yang menyebut bahwa Allah menciptakan pasangan agar manusia merasa tenteram. Dari ayat inilah lahir istilah yang dikenal luas: sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Sakinah dimaknai sebagai ketenangan batin, tujuan utama dari sebuah ikatan pernikahan. Untuk mencapainya, Allah telah menanamkan dua bekal berharga dalam jiwa manusia: mawaddah dan rahmah.

Mawaddah berasal dari kata wadda, yang berarti cinta dan harapan, namun lebih dalam dari sekadar rasa suka. Mawaddah menciptakan kelapangan hati yang membuat pasangan mampu menerima kekurangan pasangannya tanpa menyimpan dendam atau kejengkelan.

Sementara itu, rahmah bermakna kelembutan, kasih sayang, dan kehalusan jiwa. Rahmah adalah sentuhan hati yang membuat pasangan mampu saling memahami, bahkan ketika kata-kata tak lagi memadai.

Gabungan keduanya menjadi energi utama dalam membangun keluarga sakinah. Tidak hanya sebagai perasaan, tetapi sebagai karakter yang harus terus dirawat dan dipelihara.

Namun mawaddah wa rahmah tidak akan tumbuh subur di dalam rumah yang penuh ketimpangan. Kekerasan, ketidakadilan, serta sikap egois adalah racun yang bisa membunuh cinta dan kasih sayang dalam sekejap.

Islam mengecam keras segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, baik fisik maupun emosional. Rasulullah dikenal sebagai suami yang penuh kelembutan, dan beliau tak pernah sekalipun memukul istrinya.

Oleh karena itu, menjaga mawaddah wa rahmah bukan hanya soal saling mencintai, tapi juga saling menghormati dan berlaku adil. Ketika cinta kehilangan adab, maka sakinah pun akan perlahan memudar.

Rumah tangga sakinah adalah rumah yang bisa menjadi tempat pulang saat dunia terasa berat. Ia bukan rumah yang bebas dari konflik, tapi rumah yang penuh solusi.

Allah sendiri berjanji bahwa setiap kesulitan akan disertai dengan kemudahan bagi siapa yang bersabar. Dan rumah tangga yang dipandu oleh Al-Qur’an akan tetap kokoh meski diterpa gelombang.

Oleh karena itu, membangun rumah tangga sakinah bukan perkara instan. Ia adalah proses panjang yang ditopang oleh komitmen, pengorbanan, dan keyakinan akan ridha Allah sebagai tujuan utama. (*)

Wallahu`alam

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Keluarga sakinah Pernikahan Islam Rumah tangga

Terkini | Kamis, 06/08/2026 15:54 WIB

News

Baleg DPR: Investor dan Penambang Wajib Kantongi Izin Masyarakat Adat

News

KPK Panggil Anggota DPRD Kaltim Sarkowi terkait Kasus Rita Widyasari

Gaya Hidup

Program Ini Dorong UKM untuk Hadirkan Sustainable yang Kreatif

News

KPK Sita Rp9,5 Miliar dari Pengembangan Suap Restitusi Pajak Banjarmasin

News

Rieke: Putusan Sela Kasus Vidi Jadi Koreksi Penting bagi Penegakan Hukum

Gaya Hidup

Penelitian Ungkap Minum Air Saat Makan Cenderung Makan Lebih Banyak

Gaya Hidup

Super El Nino Berpotensi Picu Perubahan Iklim Permanen: Kita Perlu Waspada

News

Dugaan Pelecehan Pasien BPJS oleh Oknum Nakes Harus Diusut Tuntas

News

Iran Ancam Serang Negara Teluk jika AS Lancarkan Serangan Baru

News

Ledia Hanifa: Sensus Ekonomi Fondasi Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran

News

Usai 10 Tahun, Bandara Deir Ezzor Suriah Beroperasi Kembali

News

Ketua Banggar DPR Dorong Penguatan Sektor Industri dan Pertanian

News

Kementerian PU Optimalkan Pembangunan Infrastruktur Dukung Program Presiden

News

Pasukan Israel Serbu Pengungsi Qalandia, Tangkap Puluhan Warga Palestina

News

800 Ribu Pengungsi Perang Lebanon Mulai Kembali ke Kampung Halaman

Humanika

Tidak Sempurna Iman Seseorang Jika Belum Memiliki Sikap Ini

News

Menkeu: Presiden Perintahkan Stimulus Antisipasi Dampak El Nino Disiapkan

News

Menaker: ASN Kemnaker Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777