https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Empati Rasulullah SAW, Teladan Kepemimpinan yang Menyentuh Hati

Agus Mughni | Jum'at, 19/09/2025 13:21 WIB



Rasulullah SAW bukan pemimpin yang memerintah dari menara gading. Ia turun langsung ke tengah masyarakat, mendengar, merasakan, lalu bertindak. Empati beliau bukan sekadar belas kasihan, tapi dorongan tulus untuk hadir dan melayani Ilustrasi - Kalimat Muhammad Rasulullah membentang dan menyala di atas mesjid (Foto: Pexels/Zeki Okur)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam sejarah kepemimpinan umat manusia, nama Nabi Muhammad SAW tak pernah luput dari perbincangan. Bukan hanya karena kenabiannya, tetapi karena keteladanan akhlaknya yang menyentuh seluruh lapisan umat.

Rasulullah SAW bukan pemimpin yang memerintah dari menara gading. Ia turun langsung ke tengah masyarakat, mendengar, merasakan, lalu bertindak. Empati beliau bukan sekadar belas kasihan, tapi dorongan tulus untuk hadir dan melayani, terlebih terhadap mereka yang hidup dalam kekurangan, perhatian beliau tak pernah berkurang sedikit pun.

Sebuah riwayat menyentuh dari Abu Sa’id al-Khudri mengungkapkan doa beliau yang luar biasa dalam maknanya. Rasulullah berdoa, "Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, wafatkanlah aku dalam keadaan miskin, dan bangkitkanlah aku bersama orang-orang miskin."

Baca juga :
Panduan Adab dan Sunah Hari Jumat Sesuai Tuntunan Rasulullah

Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama, doa itu tak hanya mencerminkan kesederhanaan hidup, tetapi juga ikatan batin yang mendalam dengan golongan yang paling rentan. Beliau tak sekadar membela mereka, tetapi ingin menjadi bagian dari mereka, di dunia hingga akhirat.

Empati seperti itu nyaris tak ditemukan pada pemimpin dunia hari ini. Di saat jabatan sering dijadikan alat dominasi, Rasulullah justru menjadikannya ladang pengabdian.

Baca juga :
Dikhianati Sahabat? Ini Sikap yang Dianjurkan dalam Islam

Sabda beliau menegaskan, "Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka." Ini bukan retorika, karena beliau benar-benar hidup dalam prinsip itu.

Rasulullah selalu menjadi orang terakhir yang makan dan minum dalam rombongan. Bahkan dalam kondisi perang, beliau lebih memikirkan keselamatan pasukannya dibanding dirinya sendiri.

Baca juga :
Belajar dari Kisah Rasulullah Memperlakukan Istri dalam Rumah Tangga

Kepemimpinan seperti ini membuktikan bahwa empati bukan kelemahan, tetapi kekuatan hakiki. Ia menjadikan seorang pemimpin dicintai bukan karena kekuasaan, melainkan karena ketulusan.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah mengingatkan bahwa setiap manusia adalah pemimpin. Setiap dari kita akan dimintai pertanggungjawaban atas yang kita pimpin, baik itu keluarga, masyarakat, hingga amanah pribadi.

Masih dikutip dari laman Nahdlaul Ulama, Imam Nawawi dalam syarahnya menegaskan bahwa pemimpin adalah penjaga, pengemban amanah, dan penanggung jawab atas kebaikan yang ia urus. Artinya, kepemimpinan adalah tugas moral, bukan sekadar status sosial.

Kesadaran inilah yang menjadikan Rasulullah tidak pernah lelah memperhatikan umatnya, bahkan dalam hal-hal yang paling kecil. Dari menenangkan anak kecil yang menangis di masjid, hingga menegur sahabat yang berbuat kasar kepada pelayan.

Kelembutan beliau adalah bentuk nyata dari empati yang hidup dan menggerakkan. Dalam setiap langkahnya, Rasulullah mengajarkan bahwa memimpin berarti memahami, bukan hanya memerintah. Bahkan, menjelang ajalnya tiba, Rasulullah SAW masih memikirkan nasib umatnya.

Hari ini, di tengah berbagai krisis kemanusiaan dan ketimpangan sosial, model kepemimpinan seperti Rasulullah menjadi semakin relevan. Dunia butuh pemimpin yang bukan hanya pintar, tapi juga peduli.

Empati bukan sekadar perasaan, melainkan fondasi dari keputusan-keputusan besar yang menyelamatkan banyak jiwa. Rasulullah sudah mencontohkannya sejak berabad-abad lalu.

Kini, tugas kita bukan hanya mengagumi beliau, tapi juga meneladaninya dalam peran-peran kecil yang kita jalani. Sebab, setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. (*)

Wallahu`alam

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Teladan Empati Rasulullah SAW Kepemimpinan

Terkini | Kamis, 06/08/2026 19:03 WIB

News

DPR Soroti Minimnya Kesiapan Pemerintah Hadapi Ancaman Karhutla

News

Sidang Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Digelar Pekan Depan

News

Kepala Daerah Diminta Tunjuk Pejabat Khusus Kawal Rehabilitasi Pascabencana

News

Baleg DPR: Investor dan Penambang Wajib Kantongi Izin Masyarakat Adat

News

KPK Panggil Anggota DPRD Kaltim Sarkowi terkait Kasus Rita Widyasari

Gaya Hidup

Program Ini Dorong UKM untuk Hadirkan Sustainable yang Kreatif

News

KPK Sita Rp9,5 Miliar dari Pengembangan Suap Restitusi Pajak Banjarmasin

News

Rieke: Putusan Sela Kasus Vidi Jadi Koreksi Penting bagi Penegakan Hukum

Gaya Hidup

Penelitian Ungkap Minum Air Saat Makan Cenderung Makan Lebih Banyak

Gaya Hidup

Super El Nino Berpotensi Picu Perubahan Iklim Permanen: Kita Perlu Waspada

News

Dugaan Pelecehan Pasien BPJS oleh Oknum Nakes Harus Diusut Tuntas

News

Iran Ancam Serang Negara Teluk jika AS Lancarkan Serangan Baru

News

Ledia Hanifa: Sensus Ekonomi Fondasi Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran

News

Usai 10 Tahun, Bandara Deir Ezzor Suriah Beroperasi Kembali

News

Ketua Banggar DPR Dorong Penguatan Sektor Industri dan Pertanian

News

Kementerian PU Optimalkan Pembangunan Infrastruktur Dukung Program Presiden

News

Pasukan Israel Serbu Pengungsi Qalandia, Tangkap Puluhan Warga Palestina

News

800 Ribu Pengungsi Perang Lebanon Mulai Kembali ke Kampung Halaman

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777