https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

7 Pemimpin Negara Lengser Akibat Didemo, dari Soeharto hingga PM Nepal

Agus Mughni | Sabtu, 13/09/2025 17:23 WIB



Sejarah menunjukkan bahwa kekuasaan yang tak berpihak pada rakyat, cepat atau lambat akan diguncang. Demonstran mengibarkan bendera saat asap mengepul di kompleks Parlemen, di Kathmandu, Nepal, 9 September 2025. REUTERS

Jakarta, Jurnas.com - Sejarah mencatat, kekuasaan tidak selamanya berada di tangan elite. Ketika suara rakyat menggelegar di jalanan, bahkan pemimpin terkuat pun bisa tumbang. Sejarah menunjukkan bahwa kekuasaan yang tak berpihak pada rakyat, cepat atau lambat akan diguncang.

Dalam beberapa dekade terakhir, dari Asia hingga Afrika, suara rakyat telah mengguncang istana-istana kekuasaan. Penyebabnya beragam, dari krisis ekonomi, pelanggaran hak asasi manusia, hingga pembatasan media sosial yang memicu kemarahan publik.

Berikut adalah daftar 7 pemimpin negara yang terpaksa lengser akibat tekanan demonstrasi rakyat, yang dikutip dari berbagai sumber.

Baca juga :
Igor Tolic Tegaskan Persib Belum Bicara Soal Pesta Juara

1. Soeharto (Indonesia, 1998) 

Setelah lebih dari tiga dekade berkuasa, Presiden Soeharto akhirnya menyerah pada desakan publik yang memuncak. Krisis moneter, korupsi, dan ketimpangan sosial menjadi pemantik gerakan mahasiswa yang menduduki gedung DPR/MPR. Sejarah mencatat 21 Mei 1998 sebagai hari lengsernya Orde Baru.

2. Fernando de la Rúa (Argentina, 2001) 

Didera krisis ekonomi dan kerusuhan sosial, Presiden De la Rúa akhirnya mundur dengan dramatis menggunakan helikopter dari istana kepresidenan. Demonstrasi besar di Buenos Aires menjadi simbol kehancuran kepercayaan publik terhadap elit politik.

Baca juga :
Menlu Sugiono Kesulutan Cari Info WNI yang Ditahan Israel

3. Zine El Abidine Ben Ali (Tunisia, 2011) 

Zine El Abidine Ben Ali memimpin Tunisia sejak 1987 dengan rezim otoriter. Namun, sebuah insiden — aksi bakar diri pedagang kecil bernama Mohamed Bouazizi — memicu gelombang protes nasional di akhir 2010. Rakyat turun ke jalan menuntut keadilan sosial, penghapusan korupsi, dan pembukaan ruang demokrasi.

Pada 14 Januari 2011, Ben Ali melarikan diri ke Arab Saudi. Kejatuhannya menjadi pemicu gelombang Revolusi Arab (Arab Spring) di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara.

Baca juga :
BP BUMN Tegaskan Peranan BUMN sebagai Jangkar Stabilitas Pasar Modal RI

4. Hosni Mubarak (Mesir, 2011) 

Mubarak, yang memimpin Mesir sejak 1981, akhirnya mundur setelah protes massal selama 18 hari mengguncang Kairo dan kota-kota lain. Rakyat menuntut diakhirinya korupsi, kekerasan negara, dan ketimpangan sosial. Mundurnya Mubarak menjadi salah satu momen puncak Arab Spring.

5. Omar al-Bashir (Sudan, 2019) 

Dikenal sebagai pemimpin otoriter, Bashir akhirnya digulingkan militer setelah aksi damai yang digerakkan kaum muda dan profesional mengguncang Sudan. Demonstrasi awalnya dipicu kenaikan harga roti, namun berkembang menjadi tuntutan perubahan total terhadap sistem kekuasaan.

6. Gotabaya Rajapaksa (Sri Lanka, 2022) 

Ketika inflasi melonjak, bahan bakar langka, dan listrik padam bergilir, rakyat Sri Lanka turun ke jalan. Presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ke luar negeri dan mengundurkan diri setelah istana presiden diambil alih oleh demonstran.

7. K.P. Sharma Oli (Nepal, 2025)

Perdana Menteri Nepal, K.P. Sharma Oli, menjadi nama terbaru yang lengser akibat gelombang demonstrasi rakyat. Pada 9 September 2025, ia menyerahkan surat pengunduran diri setelah protes besar meluas di berbagai kota utama Nepal, menandai babak baru dalam sejarah pergolakan politik global yang dipicu oleh tuntutan perubahan dari rakyat. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Demo Pemimpin Lengser Soeharto 98 Indonesia Nepal

Terkini | Kamis, 06/08/2026 21:49 WIB

Olahraga

Real Madrid Resmi Segel Transfer Fantastis Yan Diomande

Olahraga

Barcelona dan Real Madrid Saling Sikut Amankan Jasa Rodri

News

Perdana, Mendikdasmen Lantik 15 Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi

Olahraga

Cari Pelapis Hakimi, PSG Pertimbangkan Malo Gusto dari Chelsea

Olahraga

Barcola Pilih Liverpool Ketimbang Arsenal jika Dilepas PSG

Olahraga

Spurs Dapat Tawaran Rekrut Folarin Balogun dari AS Monaco

News

Setjen DPR Dorong Digitalisasi Pengadaan BMN, Targetkan Tata Kelola Optimal

News

KPK Bidik PT SGP dan Anak Usaha Telkom Terkait Korupsi Digitalisasi SPBU

News

Komisi III DPR Desak Polisi Usut Jaringan Pemasok Senjata di Pondok Pinang

News

Awali Safari Sulteng, Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah PWNU

News

DPR Soroti Minimnya Kesiapan Pemerintah Hadapi Ancaman Karhutla

News

Sidang Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Digelar Pekan Depan

News

Kepala Daerah Diminta Tunjuk Pejabat Khusus Kawal Rehabilitasi Pascabencana

News

Baleg DPR: Investor dan Penambang Wajib Kantongi Izin Masyarakat Adat

News

KPK Panggil Anggota DPRD Kaltim Sarkowi terkait Kasus Rita Widyasari

Gaya Hidup

Program Ini Dorong UKM untuk Hadirkan Sustainable yang Kreatif

News

KPK Sita Rp9,5 Miliar dari Pengembangan Suap Restitusi Pajak Banjarmasin

News

Rieke: Putusan Sela Kasus Vidi Jadi Koreksi Penting bagi Penegakan Hukum

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777