https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengenal Mandi Safar, Tradisi Penolak Bala di Penghujung Bulan Safar

Agus Mughni | Kamis, 21/08/2025 22:38 WIB



Mengenal Mandi Safar, Tradisi Penolak Bala di Penghujung Bulan Safar Ilustrasi Mengenal Mandi Safar, Tradisi Penolak Bala di Penghujung Bulan Safar (Foto: Indonesia/Antara)

Jakarta, Jurnas.com - Di sejumlah daerah di Indonesia, bulan Safar kerap dipandang sebagai masa yang rawan musibah. Pandangan ini kemudian melahirkan tradisi Mandi Safar, sebuah ritual yang dipercaya sebagai bentuk ikhtiar untuk menolak bala.

Dikutip dari berbagai sumber, Mandi Safar dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan mandi bersama di sungai, laut, atau sumber mata air yang dianggap membawa keberkahan.

Selain mandi, masyarakat juga menggelar doa bersama dan pembacaan surah Yasin sebagai bentuk permohonan perlindungan dari Allah SWT. Kegiatan ini sering menjadi momen berkumpul yang memperkuat ikatan sosial antarwarga.

Baca juga :
Berbagai Tradisi Unik Sambut Iduladha di Banten

Bagi sebagian masyarakat, tradisi ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga bagian dari warisan budaya. Nilai spiritual dan nilai sosial berpadu, menciptakan ruang kebersamaan yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

Pelaksanaan Mandi Safar kadang berbeda-beda di tiap daerah, namun semangatnya tetap sama. Di Banten misalnya, ribuan warga memadati pantai untuk mengikuti prosesi sambil berdoa dan menikmati suasana kebersamaan.

Baca juga :
Mengapa Nobar Film Pesta Babi Sering Dibubarkan? Ini Sederet Alasannya

Sementara di Aceh, warga membawa anak-anak mereka ke sungai kadang pantai untuk dimandikan, sebagai simbol perlindungan dari penyakit dan gangguan gaib. Di wilayah Riau dan sekitarnya, air yang digunakan dalam ritual terlebih dahulu didoakan secara khusus.

Meski ada yang meyakini bukan bagian dari ajaran Islam secara langsung, tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun. Ia menjadi bagian dari identitas kultural yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.

Baca juga :
5 Negara dengan Tradisi Sambut Idul Adha Paling Unik di Dunia

Mandi Safar tahun ini bertepatan dengan Rabu, 20 Agustus 2025, di akhir bulan Safar 1447 Hijriah. Berdasarkan kalender hijriah, bulan Safar diperkirakan akan berakhir pada Minggu, 24 Agustus 2025, yang juga menandai masuknya bulan Maulid atau Rabiul Awal.

Momentum ini dianggap tepat oleh masyarakat untuk membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, Mandi Safar juga menjadi refleksi spiritual menjelang fase baru dalam kehidupan keagamaan. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Mandi Safar Tradisi Tolak Bala Akhir Bulan Safar

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777