https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pelepasan Guru Ngaji/Da`i DDII Ke Pedalaman, HNW: Juru Dakwah Selamatkan Umat, Kuatkan NKRI

Eko Budhiarto | Selasa, 08/08/2023 18:50 WIB



Pelepasan Guru Ngaji/Da`i DDII Ke Pedalaman, HNW: Juru Dakwah Selamatkan Umat, Kuatkan NKRI Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menghadiri Pelepasan Dan Penugasan Guru Ngaji/Da`i untuk diberangkatkan ke berbagai daerah. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Ratusan sarjana lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir pada Selasa, 8 Juli 2023, memenuhi Gedung Nusantara V, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta.

Kehadiran mereka di komplek wakil rakyat itu untuk mengikuti prosesi ‘Pelepasan Dan Penugasan Guru Ngaji/Da’i’. Mereka akan diberangkatkan ke berbagai daerah, pelosok, dan pedalaman di Indonesia untuk berdakwah.

STID Mohammad Natsir merupakan lembaga pendidikan berada di bawah naungan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII).

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Hadir dalam acara itu Wakil Ketua MPR H. Muhammad Hidayat Nur Wahid (HNW), Ketua Pembina DDII Prof. Dr. KH. Didin Hafinuddin M.Sc; Ketua Umum DDII Dr. H. Adian Husaini M.Si; dan Ketua Pengawas DDII Drs. Yusuf Djamal. Juga dari Kemenag, Kemendikbud, Baznas, Bank Mega Syariah dll lembaga yang mendukung kegiatan ini.

Dalam kegiatan yang bertema ‘Berkhidmat Membangun Negeri, Mengokohkan NKRI’ itu, HNW mengapresiasi DDII dan para juru dakwah yang akan dikirim ke berbagai daerah pedalaman, dan pelosok negeri seperti di Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Pulau Nias.

Baca juga :
MPR Dorong Nasionalisme Generasi Muda Lewat LKBB-PB NTB 2026 di Mataram

Berdakwah di berbagai tempat dikatakan oleh Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sangat diperlukan dan dipentingkan sebab bangsa ini sepakat bahwa ideologi dan dasar negara adalah Pancasila di mana semua silanya sangat sesuai dengan ajaran Islam. Selain itu bangsa Indonesia masyarakatnya yang berdasarkan survey berada pada posisi pertama sebagai masyarakat yang percaya pada Tuhan, juga termasuk negara yang warganya paling religius.

Tetapi kita prihatin melihat berbagai perkembangan belakangan, yang oleh Wakil Presiden KH. Maruf Amien disebut bahwa bangsa ini mengalami darurat akhlak, karena berbagai penyimpangan yang tak sesuai dengan Pancasila dan ajaran Agama khususnya Islam.

Baca juga :
Eddy Soeparno Hormati SMAN 1 Pontianak, Tegaskan Tak Boleh Ada Intimidasi

Maka sudah sewajarnya bila pengiriman para dai didukung untuk mencerahkan dan menyemangati warga ke seluruh lini termasuk ke pedalaman. Agar mereka dibimbing untuk konsisten dan istiqamah memahami dan melaksanakan ajaran Agama dengan baik dan benar, sehingga dakwah bisa berkontribus menjadi solusi, hadirkan generasi bonus demografi yang baik, warga bangsa yg turut menjadikan Indonesia sebagai negeri yang baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafuur, serta tersebarnya risalah Islam yang rahmatan lil alamin”, ujarnya.

STID Mohammad Natsir mengirim juru dakwah ke berbagai pelosok negeri menurut HNW sesuai dengan nilai perjuangan Bapak bangsa, pahlawan Nasional, pendiri DDII yaitu Mohammad Natsir yang dengan mosi integralnya berhasil menyelamatkan negara Indonesia dari bentuk RI dikembalikan ke bentuk NKRI. “Para juru dakwah yang dikirimkan oleh DDII harusnya juga adalah para pelanjut perjuangan Mohammad Natsir yang cinta umat sekaligus cinta bangsa dan negara, sehingga orientasinya pada NKRI”, ujarnya.

HNW berpesan pada juru dakwah agar mereka memegang etika, ilmu dan fiqh dakwah, sehingga kehadirannya bisa menjadi solusi, menguatkan Umat, dan bisa membimbing umat mengatasi masalah2 yang terjadi. Diakuiny, di era globalisasi, sosial media berbarengan dengan era Post Truth seperti saat ini, umat banyak mengalami kebingungan dan kehilangan panutan, karena banyaknya informasi keagamaan yang beredar di Masyarakat.

Maka kegiatan berdakwah menurut alumni Pondok Pesantren Gontor itu juga perlu dilakukan dengan semangat unkhuwah dan ta’awun (kerjasama) dengan berbagai pihak seperti kerja sama dengan masjid, pesantren, lembaga ekonomi, dan ormas. “Bahkan sebagaimana diteladankan oleh Buya M Natsir, pendiri DDII, Dakwah juga bisa melalui mimbar di parlemen, dan karenanya wajar juga bila dikerjasamakan dengan para jurudakwah yang aktif di Parlemen”, tuturnya.

“Semua perlu saling kerja sama karena nyatanya masalah dan tantangan umat, ada di mana2, sebagaimana peluang dan potensi mewujudkan maslahat Umat juga ada di mana2 agar para juru dakwah kembali dapat menguatkan NKRI, dan menyelamatkan generasi bonus demografi dari darurat akhlaq”, pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Hidayat Nur Wahid Dakwah Guru Ngaji Da`i DDII

Terkini | Selasa, 23/06/2026 03:18 WIB

Terpopuler

Humanika

Selasa, 23/06/2026 01:01 WIB

23 Juni 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Senin, 22/06/2026 08:01 WIB

Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777