https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Akhinya Terjawab, Misteri Usus Buntu pada Manusia

Sundari | Selasa, 13/02/2018 01:41 WIB



Penelitian yang lain memperlihatkan bahwa orang yang dipotong usus buntunya mempunyai tingkat infeksi yang sedikit lebih tinggi Ilustrasi Usus Buntu

Jakarta - Usus buntu, selama ini dikenal sebagai organ tubuh yang belum diketahui apa fungsinya. Jika terjadi gangguan pada usus buntu (appendicitis) yang berupa peradangan bahkan sampai pecah, para dokter biasanya membuang organ tubuh ini karena dianggap tidak ada fungsinya yang jelas.

Tetapi penelitian terbaru mengungkap bahwa usus buntu bukanlah organ yang tidak berguna. Usus buntu adalah organ dalam usus manusia yang berguna untuk melindungi bakteri-bakteri yang berguna di dalam usus manusia. Penelitian ini dilakukan oleh Heather F. Smith, pengajar dari Midwestern University Arizona College of Osteopathic Medicine.

Heather mendapatkan gelar doktornya dalam penelitian tentang evolusi dan cara kerja usus beserta karakteristik masing-masing dari 533 jenis mamalia yang berbeda. Dari peneltian yang cukup panjang ini Heater menemukan apa sebenarnya fungsi dari usus buntu itu.

Baca juga :
Timwas Haji DPR Soroti Distribusi Obat dan Penguatan Layanan Kesehatan
Beberapa jenis binatang, yakni primata, wombats, dan kelinci mempunyai usus buntu. Sementara anjing, dan kucing tidak punya. Peneliti menemukan bahwa usus buntu telah mengalami 30 kali perubahan di berbagai species binatang-binatang yang berbeda. Usus buntu adalah organ yang hampir tidak pernah hilang saat organ ini muncul dalam proses evolusi. Hal ini lah yang menegaskan mengapa usus buntu mempunyai fungsi yang penting. Penelitian Heather ini dipublikasikan di jurnal Comptes Rendus Palevol pada bulan Januari ini.

Heather menjelaskan kepada Times bahwa penelitian ini menolak hipotesis sebelumnya bahwa evolusi usus buntu terkait dengan  pola makan atau faktor-faktor lingkungan. Tetapi, penelitian ini menemukan bahwa spesies binatang yang mempunyai usus buntu ini cenderung punya jaringan lymphoid yang  lebih banyak. Jaringan ini adalah penghubung antara usus besar dan usus kecil.

Baca juga :
Berbagai Hal yang Harus Dihindari saat Mengidap Penyakit TBC
Jaringan inilah yang mempunyai besar membentuk kekebalan tubuh. Jaringan ini memicu pertumbuhan bakteri yang "baik" di daam usus. Jadi, usus buntu menurut penelitian ini adalah tempat perlindungan bagi bakteri-bakteri yang berguna ini.

Bagaimana dengan orang-orang yang usus buntunya telah dipotong. " Secara umum, orang yang telah dipotong usus buntunya relatif sehat dan tidak terganggu dalam fungsi pencernaanya." kata Heather.

Baca juga :
AMI Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans di Dinkes Bekasi ke KPK
Penelitian yang lain memperlihatkan bahwa orang yang dipotong usus buntunya mempunyai tingkat infeksi yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang usus buntunya masih berfungsi.

"Orang yang sudah dipotong usus buntunya, sedikit membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dari penyakit, terutama apabila bakteri-bakteri yang berguna itu telah terbuang dari ususnya," tambah Heather.

Dalam pengertian yang lebih luas, Heather menjelaskan bahwa penelitian ini memberikan bukti-bukti untuk melawan tindakan sterilisasi (usus) yang berlebihan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Usus Buntu Heather F. Smith Kesehatan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777