https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kenapa Orang Percaya Diri?

Sundari | Senin, 12/02/2018 23:40 WIB



Rasa percaya diri yang muncul, keberanian untuk memulai, nekat dan sebagainya termasuk dalam tingkah laku altruistic manusia Ilustrasi Wanita Stress

Jakarta - Sering saat mengemudi di jalan  merasa orang lain benar-benar goblok dari kita. Perasaan bahwa orang lain ceroboh, goblok dan tolol membuat kita bersemangat dan merasa yakin bahwa kita memang lebih hebat dari orang lain. Hampir semua orang berpikiran begitu.

Fenomena membesar-besarkan diri sendiri, melihat diri kita lebih hebat dari orang lain bisa terlihat melewati batasan umur, profesi dan budaya. Dari soal kemampuan kita mengendarai kendaraan bermotor sampai kemampuan kita bermain catur kecenderungan itu terlihat jelas.

Keuntungannya, orang yang lebih puas dengan kehebatan dirinya akan terlihat lebih baik dalam kesan pertama. Juga lebih bahagia, bahkan lebih tahan dan tangguh saat berhadapan dengan trauma. Percaya diri yang tinggi, dibarengi dengan kecenderungan untuk merendahkan orang lain.

Baca juga :
Pulih dari Cedera, Marquez Fokus Kembalikan Kepercayaan Diri
Menurut antropolog Robert Trivers dari University on New Brunswick, New Jersy, berargumen bahwa saat kita mampu mengakali diri kita sendiri, kita tidak perlu bekerja keras untuk mengakali keadaan atau orang lain.

Begitu juga dengan berbohong, dalam pandangan Robert Trivers bahwa berbohong adalah hal yang sangat alamiah dari manusia. Seleksi alam dalam pandangan Trivers sangat pro dengan menipu diri sendiri. Kemampuan untuk menipu diri sendiri, mengembangkan kemampuan untuk menarik perhatian lawan jenis.

Baca juga :
Mengenal Perbedaan Percaya Diri, Sombong, dan Petantang-Petenteng agar Lebih Bijak
Rasa percaya diri yang muncul, keberanian untuk memulai, nekat dan sebagainya termasuk dalam tingkah laku altruistic manusia yang hal itu sebenarnya ditentukan oleh gen dalam diri manusia yang memang egois, hanya mementingkan diri sendiri.

Penelitian Trivers adalah landasan bagi peneliti-peneliti selanjutnya dalam berbagai pengembangan teori evolusi. Sifat altruistic mahluk hidup sangat menguntungkan bagi kelangsungan spesies telah menjadi kajian pelajaran teori evolusi selama abad 20.

Baca juga :
Lana Del Rey Nyaris Tidak Percaya Diri Tampil di TV Sejak Bencana SNL
Penelitian Trivers inilah yang kemudian menjadi dasar peneliti terkemuka seperti Sarah Hrdy, Frans de Waal, Edward O Wilson, dan yang paling fenomenal Richard Dawkins di mana Trivers menulis pengantar untuk bukunya yang terkenal yakni The Selfish Gene.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Robert Trivers Percaya Diri

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777