Ekonomi

Sesi I Siang Ini, IHSG Terkoreksi Hingga 133 Poin

Nilai transaksi perdagangan di pasar reguler mencapai Rp5,36 triliun dengan 137,99 juta lot saham diperdagangkan dan frekuensi 815 ribu kali
Ilustrasi IHSG (Informasi)

Jakarta, Jurnas.com - Istirahat perdagangan pada Selasa (2/11/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok di zona merah.

Akhir Sesi I siang, IHSG terkoreksi cukup dalam hingga 133,7 poin atau 2,62 persen ke level 4.963.

IHSG sempat bergerak ke level terendah 4.950 dan level tertinggi 5.143. 

Nilai transaksi perdagangan di pasar reguler mencapai Rp5,36 triliun dengan 137,99 juta lot saham diperdagangkan dan frekuensi 815 ribu kali.

Kumpulan saham unggulan dalam indeks LQ45 juga anjlok 2,5 persen. Sementara itu indeks berbasis syariah dalam Jakarta Islamic Index (JII) 3,30 persen.

Pelemahan ini terjadi seiring aksi jual massal (sell off) pada saham-saham dengan nilai kapitalisasi besar (big caps). Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) misalnya, melemah 3,19 persen ke Rp2.730. Begitu juga dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga turun 4,59 persen ke Rp1.870.

Saham yang masuk jajaran top gainers, di antaranya saham PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) naik 4,38 persen ke Rp715, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menguat 3,72 persen ke Rp1.255, dan PT Enseval Putra Megatrading Tbk (EPMT) menguat 3,39 persen ke Rp2.440.

Saham yang masuk deretan top losers di antarannya saham PT PP Property Tbk (PPRO) melemah 7,14 persen ke Rp13, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) turun 6,85 persen ke Rp68, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) anjlok 6,78 persen ke Rp330.