Jakarta, Jurnas.com - Tim mediator asal Qatar bertolak ke Teheran pada Senin (2/11) malam untuk menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengenai potensi kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pembicaraan tersebut membahas draf rancangan kesepakatan AS-Iran yang telah dirundingkan secara intensif selama delapan hari terakhir.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa perundingan tidak langsung dengan pihak Washington terus berjalan melalui perantara. Ia menjelaskan bahwa mengingat sensitivitas serta keseriusan situasi saat ini, proses konsultasi dan pembahasan berlangsung sangat intensif dengan melibatkan Qatar dan Pakistan yang memainkan peran mediasi secara sangat aktif.
Sinyal kemajuan negosiasi untuk menghindari kembalinya perang juga disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump. Sehari menjelang pemilu sela AS, Trump menyatakan melalui platform Truth Social bahwa kesepakatan dengan Teheran sangat memungkinkan untuk terjadi dan menyebut bahwa pihak Iran menginginkan penyelesaian secepat mungkin.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan optimisme serupa mengenai prospek pencapaian kesepakatan. Vance mengonfirmasi bahwa proses negosiasi telah mengalami kemajuan dan pihaknya terus berupaya untuk mencapai perkembangan lebih lanjut.
Sentimen positif dari dinamika diplomasi ini langsung berdampak signifikan terhadap pasar energi global. Harga minyak dunia, yang sebelumnya melonjak akibat aksi blokade Iran di koridor energi Selat Hormuz, tercatat anjlok lebih dari tujuh persen pada hari Senin seiring menguatnya optimisme untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama delapan bulan tersebut.





