Presiden Joko Widodo
Jakarta - Indonesia sebagai negara majemuk yang memiliki berbagai macam suku, adat istiadat, agama, dan berbagai latar belakang, maka membutuhkan seorang pemimpin yang toleran.
Demikian disampaikan Pengamat Politik dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas, dalam sebuah diskusi bertajuk "Menakar Cawapres Potensial 2019", di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/11).Menurutnya, saat ini jumlah orang yang intoleran semakin merebak, belum lagi intoleransi dalam bidang politik. "Mereka ternyata yang percaya orang memilih calon pemimpin se-agama itu ternyata semakin meguat belakangan ini, jadi soal toleransi ini sangat serius," kata Abbas.Atas dasar itu, kata Abbas, pemimpin ke depan yang diharapkan adalah pemimpin yang memberikan pijakan atau memberikan harapan yang lebih baik atau semakin kuatnya toleransi dan kebersamaan di negara yang plural ini.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pilpres 2019 Presiden Jokowi Cawapres Muhaimin Iskandar



























