Minggu, 25/10/2026 14:06 WIB

Bulan Purnama Hunter`s Moon Muncul 25–26 Oktober, Ini Cara Mengamatinya





Pada Minggu malam, Bulan akan tampak di kawasan rasi bintang Aries, dengan Saturnus berada di bagian kanan atasnya

Bulan purnama Oktober yang dikenal sebagai Hunter`s Moon akan memberikan dua kesempatan bagi pengamat langit untuk menyaksikan kemunculannya di ufuk timur menjelang atau setelah matahari terbenam (Foto: Via Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Bulan purnama Oktober yang dikenal sebagai Hunter’s Moon akan memberikan dua kesempatan bagi pengamat langit untuk menyaksikan kemunculannya di ufuk timur menjelang atau setelah matahari terbenam. Fenomena ini dapat diamati pada Minggu, 25 Oktober, dan Senin, 26 Oktober 2026, ketika Bulan tampak hampir sepenuhnya bulat.

Menurut jadwal astronomi yang dikutip dalam laporan sumber, fase purnama mencapai puncaknya pada pukul 00.11 EDT, Senin, 26 Oktober, atau pukul 11.11 WIB pada hari yang sama. Meski waktu puncak fase purnama berlangsung pada Senin pagi waktu Indonesia, Bulan sudah tampak hampir bulat saat terbit pada Minggu dan Senin malam.

Kedua malam tersebut menawarkan pemandangan yang menarik. Namun, kemunculan Bulan pada Senin diperkirakan terlihat lebih dramatis karena terbit di langit yang sedikit lebih gelap setelah matahari terbenam.

Mengapa disebut Hunter’s Moon?

Nama Hunter’s Moon berasal dari tradisi masyarakat Anglo-Saxon yang mengaitkan purnama Oktober dengan persiapan menghadapi musim dingin. Pada masa lalu, cahaya Bulan membantu kegiatan berburu untuk menyediakan dan mengawetkan persediaan daging sebelum cuaca dingin tiba.

Bulan purnama Oktober juga memiliki nama lain dalam tradisi masyarakat adat Amerika Utara. Beberapa di antaranya adalah Drying Rice Moon, Falling Leaves Moon, dan Freezing Moon, yang berkaitan dengan perubahan musim serta kegiatan masyarakat pada periode tersebut.

Pada Minggu malam, Bulan akan tampak di kawasan rasi bintang Aries, dengan Saturnus berada di bagian kanan atasnya. Sementara itu, pada Senin malam, Bulan akan terbit di atas gugus bintang terbuka Pleiades atau M45.

Pemandangan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pengamat langit untuk memperhatikan posisi Bulan dan objek langit di sekitarnya. Pengamatan dengan mata telanjang sudah cukup untuk menikmati bentuk Bulan yang hampir bulat, sedangkan teropong astronomi atau teleskop halaman rumah dapat membantu melihat detail permukaannya.

Cara terbaik mengamati Hunter’s Moon

Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, pilih lokasi yang memiliki pandangan terbuka ke arah ufuk timur. Datanglah beberapa saat sebelum waktu Bulan terbit di lokasi masing-masing agar tidak melewatkan kemunculannya.

Tempat yang lebih tinggi, lapangan terbuka, atau kawasan pantai dapat menjadi pilihan karena bangunan, pepohonan, dan perbukitan berpotensi menghalangi pandangan ke ufuk. Waktu terbit Bulan dapat berbeda menurut lokasi, sehingga pengamat perlu menyesuaikan jadwal dengan wilayah tempat tinggalnya.

Hunter’s Moon dapat dinikmati tanpa peralatan khusus. Namun, penggunaan teropong astronomi atau teleskop dapat membantu pengamat melihat lebih dekat sejumlah fitur permukaan Bulan.

Dengan dua kesempatan pengamatan pada 25 dan 26 Oktober, pengamat langit dapat memilih malam dengan kondisi cuaca dan pandangan ufuk yang paling mendukung untuk menyaksikan purnama Oktober. (*)

Sumber: Live Science

KEYWORD :

Hunters Moon 2026 Bulan purnama Oktober Fenemone Astronomi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :