Sabtu, 24/10/2026 23:36 WIB

Mengenal Sejarah Hari Opera Sedunia yang Diperingati Setiap 25 Oktober





Seni pertunjukan opera yang memadukan keindahan musik, vokal, drama, dan seni panggung memiliki hari peringatan khusus di tingkat global.

Ilustrasi - Hari Opera Sedunia setiap 25 Oktober, ini sejarahnya (Foto: Freepik)

Jakarta, Jurnas.com - Seni pertunjukan opera yang memadukan keindahan musik, vokal, drama, dan seni panggung memiliki hari peringatan khusus di tingkat global.

Setiap tanggal 25 Oktober, panggung pertunjukan di berbagai negara menyatukan suara untuk memperingati Hari Opera Sedunia atau World Opera Day.

Peringatan ini hadir sebagai momentum untuk memperkenalkan nilai estetika seni opera serta dampaknya terhadap kebudayaan dan masyarakat modern.

Pencetusan Hari Opera Sedunia berawal dari inisiatif bersama tiga organisasi opera internasional terkemuka, yaitu Opera America, Opera Europa, dan Ópera Latinoamérica.

Ketiga lembaga yang menaungi ratusan rumah opera di seluruh dunia tersebut sepakat untuk menetapkan sebuah hari perayaan bersama dalam upaya mempromosikan seni opera sebagai warisan budaya yang inklusif, relevan, dan bernilai edukatif bagi generasi muda.

Pemilihan tanggal 25 Oktober sebagai Hari Opera Sedunia membawa makna historis yang sangat kuat dalam sejarah musik klasik. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari kelahiran dua komposer opera terbesar dunia, yakni Georges Bizet dan Johann Strauss II.

Georges Bizet, komposer asal Prancis yang lahir pada 25 Oktober 1838, terkenal lewat karya puncaknya, opera Carmen, yang menjadi salah satu pertunjukan paling sering dipentaskan di panggung dunia.

Sementara itu, Johann Strauss II, komposer asal Austria yang lahir pada 25 Oktober 1825, dikenal sebagai "Raja Waltz" sekaligus pencipta operet legendaris seperti Die Fledermaus.

Secara resmi, kampanye global Hari Opera Sedunia pertama kali diluncurkan pada tahun 2019.

Sejak saat itu, setiap tanggal 25 Oktober, rumah opera, seniman, dan komunitas musik di berbagai negara menggelar beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan langsung, penayangan opera gratis secara daring, hingga lokakarya edukatif untuk mendekatkan seni klasik ini kepada khalayak umum.

Melalui peringatan ini, komunitas seni internasional ingin menghapus stigma bahwa opera adalah seni yang eksklusif atau kaku.

Sebaliknya, opera terbukti menjadi media ekspresi emosi manusia yang universal, mampu menyuarakan isu sosial, serta terus bertransformasi mengikuti perkembangan jaman melalui eksplorasi teknologi visual dan aransemen modern.

KEYWORD :

Hari Opera Sedunia 25 Oktober Peringata Internasional Bulan Oktober




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :