Atlet para tenis meja Indonesia Leli Marlina. (Foto: Antara)
Nagoya, Jurnas.com – Kabar membanggakan datang langsung dari arena pertandingan di Jepang. Kontingen elit disabilitas Indonesia yang bernaung di bawah National Paralympic Committee (NPC) Indonesia sukses mencatatkan modal positif dalam laga-laga pembuka fase grup Asian Para Games 2026 yang berlangsung lebih awal sebelum opening ceremony.
Membawa 103 atlet terbaik dari 12 cabang olahraga, tim Merah Putih mengemban misi besar untuk menembus posisi 10 besar Asia dengan target realistis meraih 7 medali emas, 8 perak, dan 17 perunggu. Langkah awal pencapaian target tersebut mulai dirajut hari ini lewat dominasi yang ditunjukkan para atlet di lapangan.
Dominasi Para-Bulu Tangkis di Ichinomiya
MPR RI Terima Kunjungan Atlet Disabilitas
Di sektor para-bulu tangkis yang digelar di Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Nagoya, para pahlawan olahraga Indonesia tampil perkasa. Sang ratu para-bulu tangkis dunia, Leani Ratri Oktila, sukses membuka kemenangan manis setelah membungkam wakil India, Kanak Singh Jadaun, dengan skor telak 2-0 (21-2, 21-4) di nomor tunggal putri SL4.
Hasil impresif ini menular ke nomor-nomor lainnya. Pebulu tangkis Khalimatus Sadiyah sukses memetik kemenangan ganda hari ini. Ia tidak hanya menang di sektor tunggal putri SL4 melawan wakil Thailand, tetapi juga tampil solid di nomor ganda campuran SL3-SU5 bersama Fredy Setiawan untuk menumbangkan perlawanan ketat dari pasangan India.
Tidak ketinggalan, Suryo Nugroho (tunggal putra SU5) dan sang debutan Muhammad Al Imran (tunggal putra SL3) juga bermain apik dengan menyapu bersih pertandingan mereka dengan kemenangan dua gim langsung. Total dari 20 pertandingan pembuka yang dijalani tim Indonesia, 12 laga berhasil dimenangkan. Hari ini, perjuangan berlanjut di nomor ganda putra dan ganda putri untuk mengunci tiket kelolosan grup.
Kegigihan di Meja Pingpong dan Lapangan Panahan
Selain bulu tangkis, cabang para-tenis meja juga memulai perjuangannya hari ini di Nagoya. Atlet senior Adyos Astan turun di kelas tunggal putra 4-5 melawan wakil Nepal, disusul oleh perjuangan Sella Dwi Radayana di kelas tunggal putri 10 menghadapi lawan kuat dari Taiwan.
Sementara itu, tim para-panahan Indonesia juga mulai mematangkan bidikannya di Okazaki Chuo Sogo Park. Di tengah tantangan cuaca dingin Jepang yang mencapai 16 derajat celsius, pemanah andalan Ken Swagumilang (men`s individual compound) beserta duet Setiawan/Kholidin fokus melakukan adaptasi angin demi memenuhi target melaju hingga babak final.
Harapan Besar Bangsa
Menteri Pemuda dan Olahraga Kemenpora RI beserta seluruh masyarakat Indonesia terus mengalirkan dukungan penuh bagi para pejuang Merah Putih ini. Absennya cabang para-catur yang sempat menjadi lumbung emas pada edisi sebelumnya menuntut cabor-cabor lain—seperti para-atletik, para-renang, boccia, hingga para-balap sepeda—untuk tampil ekstra demi menciptakan pahlawan-pahlawan baru.
Setiap tetes keringat yang mengucur di arena pertandingan Nagoya hari ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi batas untuk mengukir kejayaan dunia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Asian Para Games 2026 Atlet Disabilitas

























