Sabtu, 17/10/2026 01:13 WIB

Mengapa Hari Trauma Sedunia Diperingati Setiap 17 Oktober?





Setiap tanggal 17 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Trauma Sedunia (World Trauma Day).

Ilustrasi - Hari Trauma Sedunia setiap 17 Oktober (Foto: Dok. Jurnas)

 

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 17 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Trauma Sedunia (World Trauma Day).

Peringatan kesehatan internasional ini hadir untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai dampak fatal dari cedera trauma fisik, sekaligus menekankan pentingnya langkah pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan darurat yang cepat guna menyelamatkan nyawa manusia.

Latar belakang dimulainya peringatan ini berawal dari tingginya angka kematian dan kecacatan permanen akibat cedera serius di berbagai negara.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa trauma fisik yang sebagian besar dipicu oleh kecelakaan lalu lintas, kekerasan, jatuh, kebakaran, dan bencana alam menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia, khususnya pada kelompok usia produktif.

Peringatan Hari Trauma Sedunia pertama kali diinisiasi pada tahun 2011 di New Delhi, India.

Gagasan ini lahir dari keprihatinan para tenaga medis dan organisasi kesehatan setempat atas melonjaknya kasus kecelakaan jalan raya di negara-negara berkembang yang tidak diimbangi dengan penanganan pertolongan pertama yang memadai.

Sejak saat itu, gerakan ini berkembang menjadi kampanye global yang diperingati secara serentak di berbagai negara setiap 17 Oktober.

Tujuan utama penetapan Hari Trauma Sedunia adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai konsep golden hour atau "jam emas".

Dalam dunia medis, golden hour merujuk pada periode kritis, biasanya satu jam pertama setelah kejadian trauma di mana tindakan medis atau pertolongan pertama yang tepat dan cepat dapat menentukan antara hidup dan mati, atau mencegah dampak kecacatan permanen pada korban.

Selain menitikberatkan pada penanganan medis darurat, momen 17 Oktober juga dimanfaatkan untuk mendorong kebijakan keselamatan publik yang lebih ketat.

Kampanye ini rutin mengedukasi masyarakat tentang tindakan pencegahan sederhana namun vital, seperti kepatuhan menggunakan helm dan sabuk pengaman saat berkendara, penerapan standar keselamatan kerja (K3) di lingkungan industri dan konstruksi, serta pentingnya memiliki keterampilan dasar pertolongan pertama (BHD/Bantuan Hidup Dasar) di kalangan awam.

Melalui peringatan Hari Trauma Sedunia setiap 17 Oktober, komunitas medis dan lembaga kesehatan internasional berharap kesadaran kolektif masyarakat global dapat terus meningkat.

Pencegahan trauma bukan hanya tanggung jawab rumah sakit dan tenaga medis, melainkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman di jalan raya, tempat kerja, hingga di dalam rumah tangga.

KEYWORD :

Hari Trauma Sedunia 17 Oktober Peringatan Internasional Bulan Oktober




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :