Ilustrasi - berbagai golongan yang merugi di akhirat kelak (Foto: AI)
Jakarta, Jurnas.com - Kehidupan dunia merupakan kesempatan bagi manusia untuk mengumpulkan amal sebagai bekal menuju akhirat.
Namun, Al-Qur’an memberikan peringatan tentang orang-orang yang mengalami kerugian karena melupakan Allah SWT, mengabaikan petunjuk-Nya, dan terlalu mengutamakan kehidupan dunia.
Kerugian di akhirat bukan sekadar kehilangan harta atau kedudukan, melainkan kehilangan keselamatan akibat perbuatan yang dilakukan selama hidup.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjaga keimanan, memperbanyak amal saleh, dan senantiasa mengevaluasi diri sebelum datangnya hari perhitungan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kahfi ayat 103–104:
Apa Arti Kalimat Allahumma Barik?
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْاَخْسَرِيْنَ اَعْمَالًا ۗ الَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), `Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?` (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya." (QS. Al-Kahfi: 103–104)
Ayat tersebut menjadi peringatan bahwa seseorang bisa merasa telah melakukan banyak kebaikan, tetapi penilaian manusia terhadap amalnya tidak selalu mencerminkan penilaian Allah SWT. Ayat selanjutnya, Al-Kahfi ayat 105, menjelaskan konteks orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan dan pertemuan dengan-Nya.
Selain itu, Al-Qur’an juga mengingatkan manusia agar tidak melupakan Allah SWT karena terlalu larut dalam urusan dunia. Dalam Surah Al-Hasyr ayat 19, Allah SWT berfirman:
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Artinya: "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik." (QS. Al-Hasyr: 19)
Ayat ini mengajarkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.
Mencari rezeki, mengejar pendidikan, dan membangun karier bukanlah sesuatu yang dilarang.
Namun, seluruh usaha tersebut hendaknya tetap dijalankan dengan mematuhi ketentuan agama dan tidak melupakan tanggung jawab sebagai seorang Muslim.
Peringatan mengenai kerugian di akhirat juga terdapat dalam Surah Al-A`raf ayat 9. Allah SWT berfirman:
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يَظْلِمُوْنَ
Artinya: "Dan barang siapa ringan timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami." (QS. Al-A`raf: 9)
Ayat tersebut menggambarkan kerugian orang-orang yang timbangan kebaikannya ringan pada hari kiamat.
Pesan ini mengingatkan umat Islam agar tidak meremehkan kewajiban agama, menjauhi perbuatan zalim, serta berusaha memperbanyak amal yang sesuai dengan tuntunan Allah SWT.
Dalam kehidupan sehari-hari, peringatan tersebut dapat menjadi bahan introspeksi agar manusia tidak hanya mengejar keberhasilan duniawi.
Menjaga salat, berbuat baik kepada sesama, menunaikan amanah, dan bertobat ketika melakukan kesalahan merupakan bagian dari upaya memperbaiki diri.
Pada akhirnya, manusia tidak cukup hanya merasa telah berbuat baik, tetapi juga perlu memastikan bahwa perbuatannya dilandasi keimanan dan mengikuti petunjuk Allah SWT.
Kehidupan dunia menjadi kesempatan untuk memperbaiki amal sebelum datangnya hari perhitungan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Golongan Merugi Alam Akhirat Berdoa di Dunia



















