Pendatang Israel di kawasan Palestina (Foto: AFP)
Jakarta, Jurnas.com - Lebih dari 100 pemukim Israel melakukan kerusuhan sepanjang malam di Desa Jalud, Tepi Barat yang diduduki, dengan membakar properti milik warga Palestina dan menghalangi satu keluarga Palestina untuk kembali ke rumah mereka.
Keluarga Palestina tersebut sebelumnya mengungsi akibat kekerasan yang dilakukan para pemukim Israel, seperti dilaporkan Xinhua.
Kekerasan tersebut pecah saat pasukan keamanan Israel berupaya mengembalikan keluarga Tubasi ke rumah mereka, ungkap pihak militer Israel dalam sebuah pernyataan.
Sebuah pengumuman di media sosial yang beredar sebelumnya menyerukan kepada para pemukim Israel untuk datang ke Jalud dan menentang kepulangan keluarga tersebut.
Para pemukim memblokir jalan, membakar ban, dan melemparkan batu ke arah pasukan keamanan, sehingga menyebabkan tiga petugas polisi perbatasan mengalami luka ringan.
Rumah keluarga Tubasi serta bangunan, kendaraan, dan properti lainnya dibakar.
Akhirnya, dua orang tersangka warga Israel ditahan.
Sebelumnya, Keluarga Tubasi meninggalkan rumahnya pada Juli setelah berulang kali mengalami pelecehan dan kekerasan dari para pemukim.
Kekerasan yang dilakukan para pemukim terhadap warga Palestina telah melonjak di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatatkan lebih dari 1.380 insiden terkait pemukim dalam tujuh bulan pertama 2026.
Pemantau PBB juga telah mendokumentasikan serangan-serangan di mana pasukan Israel mendampingi para pemukim, ikut berpartisipasi dalam melakukan kekerasan, atau gagal melakukan intervensi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pemukim Israel Serangan Israel Warga Palestina






















