Jum'at, 25/09/2026 13:18 WIB

Saudi dan Sekutu Rapat Darurat Bahas Serangan Houthi





Arab Saudi, Turki, dan Pakistan akan menggelar pertemuan darurat tingkat tinggi di bawah pakta pertahanan bersama, untuk membahas dukungan bagi Riyadh

Dampak serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi (Foto: Arab News)

Riyadh, Jurnas.com - Arab Saudi, Turki, dan Pakistan akan menggelar pertemuan darurat tingkat tinggi di bawah pakta pertahanan bersama, untuk membahas langkah-langkah dukungan bagi Riyadh.

Langkah ini diambil menyusul peningkatan serangan militer oleh kelompok Houthi, di tengah seruan Otoritas Keagamaan Tertinggi Arab Saudi yang meminta para prajurit bersiap mengorbankan jiwa dalam menghadapi kelompok tersebut.

Eskalasi serangan Houthi terhadap sasaran di Arab Saudi termasuk wilayah Mekah, Jeddah, dan pelabuhan minyak Yanbu di Laut Merah, terjadi sebagai bagian dari konflik regional yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak Februari lalu.

Kelompok militan asal Yaman itu mengklaim telah meluncurkan puluhan rudal dan nirawak, sementara otoritas Arab Saudi mengonfirmasi penembakan jatuh enam rudal balistik pada Kamis (24/9) kemarin.

Menanggapi situasi tersebut, para menteri luar negeri Arab Saudi, Pakistan, dan Turki mengutuk serangan terhadap situs sipil dan mengonfirmasi pelaksanaan rapat darurat panglima angkatan bersenjata ketiga negara di bawah Mecca Joint Defence Agreement.

"Para menteri juga membahas pengaturan untuk menggelar pertemuan darurat para kepala staf ketiga negara guna membahas cara-cara mendukung Arab Saudi di bawah Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah, yang menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu pihak merupakan serangan terhadap semua pihak," bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, dikutip dari Reuters pada Jumat (25/9).

Di tengah eskalasi militer regional, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga berupaya menjauhkan Teheran dari aksi kelompok tersebut. "Houthi bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri," ujar Pezeshkian.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan proposal perdamaian kepada AS melalui perantara Qatar. Proposal tersebut menawarkan penghentian permusuhan di seluruh front, termasuk Lebanon, pencabutan blokade pelabuhan, serta pencairan aset Iran.

"Selat Hormuz akan dibuka kembali pada hari terakhir," tegas Araghchi. Dia menambahkan bahwa perundingan mengenai isu-isu lain, termasuk program nuklir Iran, baru akan dimulai setelahnya.

Di sisi lain, Washington mulai mengoperasikan taktik sanksi sekunder yang menyasar perusahaan dari negara ketiga yang bertransaksi dengan Iran.

Dampak awal kebijakan ini terlihat dari larangan terbang bagi maskapai penerbangan Iran di beberapa negara tetangga seperti Uni Emirat Arab dan Oman. Pemblokiran ini kian memperdalam isolasi ekonomi Teheran.

KEYWORD :

Konflik Saudi vs Houthi Konflik Timur Tengah Sekutu Arab Saudi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :