Jum'at, 25/09/2026 13:26 WIB

Ilmuwan Malaysia Temukan Spesies Tokek Baru di Sabah





Tim ilmuwan asal Malaysia berhasil menemukan spesies tokek baru di Kawasan Pegunungan Crocker, Sabah, Malaysia.

Spesies tokek baru di Malaysia (Foto: Straits Times)

Kinabalu, Jurnas.com - Tim ilmuwan asal Malaysia berhasil menemukan spesies tokek baru di Kawasan Pegunungan Crocker, Sabah, Malaysia. Spesies berukuran kecil ini ditemukan hidup di dinding dan terbitan atap bangunan di kawasan Gunung Alab.

Diberi nama ilmiah Lepidodactylus crockerensis, spesies tersebut dipastikan sebagai spesies baru, setelah melalui analisis genetik dan morfologi mendalam oleh tim peneliti dari Universiti Malaysia Sabah (UMS).

Tim riset ini dipimpin oleh herpetolog Evan Quah dari Institut Biologi dan Konservasi Tropis (ITBC-UMS), bersama Aderina Dukit (Monash University), Fred Tuh (Sabah Parks), dan L. Lee Grismer (La Sierra University). Temuan ini resmi dipublikasikan di jurnal taksonomi internasional Zootaxa pada Selasa (22/9) lalu.

Dikutip dari Straits Times pada Jumat (25/9), holotipe atau spesimen acuan spesies ini ditemukan oleh Quah pada 23 Agustus 2025 di pondok tua Rhododendron Hut dalam kawasan Taman Pegunungan Crocker pada ketinggian 1.909 meter di atas permukaan laut.

Tokek nokturnal ini diamati dalam kondisi berkabut dan dingin dengan suhu berkisar 14°C hingga 16°C saat aktif berburu serangga yang tertarik oleh cahaya lampu di luar bangunan.

Secara kasat mata, Lepidodactylus crockerensis memiliki kemiripan dengan Lepidodactylus ranauensis, spesies endemik Kalimantan yang ditemukan di dekat Gunung Kinabalu. Namun, analisis genetik menunjukkan bahwa populasi di Gunung Alab membentuk garis keturunan evolusi yang berbeda secara signifikan.

"Spesies baru ini berbeda secara genetik dari L. ranauensis dan menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dalam hal morfologi serta susunan sisik," tulis para peneliti UMS. Kedua spesies tersebut mendiami dua kawasan pegunungan terpisah berjarak sekitar 36 km yang terisolasi oleh bentang alam dataran rendah.

Penemuan ini menjadikan Lepidodactylus crockerensis sebagai spesies ketiga dari genus Lepidodactylus yang terdata di Pulau Kalimantan. Temuan ini menegaskan bagaimana ekosistem pegunungan yang terisolasi mendorong jalur evolusi unik.

"Bahkan di lokasi yang relatif sering diteliti, masih ada spesies yang telah hidup berdampingan dengan kita selama bertahun-tahun namun belum teridentifikasi secara formal," ujar Quah.

Wakil Rektor UMS, Kasim Mansor, menyambut positif kontribusi ilmiah ini bagi catatan keanekaragaman hayati dunia. Saat ini, Lepidodactylus crockerensis secara resmi baru terdeteksi di sekitar stasiun Gunung Alab, sehingga penelitian lapangan lanjutan masih diperlukan untuk memetakan sebaran populasi serta kebutuhan ekologisnya secara menyeluruh.

KEYWORD :

Lepidodactylus crockerensis Spesies Tokek Baru Universiti Malaysia Sabah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :